Minggu, 04 Juli 2010

Bagaimana cara sukses memimpin bawahan

Saya mendapat kiriman dari teman pengunjung web ini, beliau seorang kepala staf di perusahaan di medan. dan menanyakan bagaimana cara sukses memimpin bawahan lanjutt....!!

Salah satu kunci penting memimpin bawahan adalah menghindari tindakan-tindakan yang membunuh motivasi bawahan. Ini berarti, memimpin bawahan tidak cukup hanya dengan mendorong bawahan berperilaku motivatif, tetapi juga menjaga diri kita, sebagai seorang pimpinan, untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat mematahkan semangat bawahan. Sikap negatif kita dapat menghalangi sesuatu positif dari orang lain.


Berikut beberapa tips tindakan yang perlu kita perhatikan dalam memimpin bawahan.



1. Jangan mengkritik bawahan di hadapan orang lain.
Ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Jangan permalukan bawahan dihadapan orang lain. Meski kita mengatakan sesuatu yang menurut kita benar, namun mengkritiknya di depan umum, dapat melukai perasaannya. Kritik kita dapat meninggalkan bekas luka dalam yang mengubah motivasi menjadi sakit hati dan dendam berkepanjangan, ini jelas merugikan kehidupan sosial kita.

2. Jangan menghina/merendahkan bawahan.
Melontarkan kata-kata seperti, “bodoh”, “goblok-, atau kata-kata penuh hinaan lain adalah tindakan yang harus dihindari jauh-jauh. Berhati-hatilah dengan perkataan kita. Jangan sepelekan orang lain. Mereka takkan melakukan sesuatu yang kita inginkan dengan baik jika kita sendiri menganggap mereka tidak becus. Sebaliknya perlakukan bawahan dengan hormat juga, dan memberi pengarahan baginya dengan berjiwa besar dan sedikitpun tidak mengesankan bahwa dia sangat bodoh atau tidak becus. Sehingga anda akan terkesan sangat berwibawa di hadapan bawahan. Jika da bawahan yang sedikit melunjak atau terlalu bebal anda juga tidak perlu menunjukkan emosi anda. tapi perlakukan dengan tegas tanpa sedikitpun menunjukkan anda emosi dengannya.

3. Jangan menganggap bawahan sebagai alat.
Sebagai pimpinan, kita memang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan. Namun, jika kita bersikap seolah-olah memperalat bawahan demi tujuan kita sendiri, kita akan kehilangan simpati dan motivasi bawahan untuk mau bekerja pada kita. Libatkan bawahan pada tujuan bersama. Tunjukkan bahwa kita bersama mereka sedang mencapai tujuan demi keberhasilan bersama.

4. Jangan berlaku tidak adil.
Adalah wajar jika kita senang pada bawahan-bawahan terbaik. Namun itu bukan alasan untuk berlaku tidak adil. Perlakuan diskriminatif mudah sekali menjatuhkan semangat seluruh bawahan. Terlebih lagi bila kita tak sadar sedang “dijilat” oleh bawahan yang kita sukai. Jangan sekali-kali men-judge ada departemen yang menghasilkan dan ada departemen yang tidak menghasilkan.

5. Jangan hanya memikirkan diri sendiri.
Bagaimana perasaan kita saat mendengar atasan membanggakan dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Kita mungkin merasa direndahkan secara tak langsung. Atau kita mungkin merasa atasan kita sedang mengambil keuntungan dari kita. Maka, itu  pulalah yang dirasakan oleh bawahan kita jika kita hanva berpusat pada diri sendiri dan tak memberikan perhatian pada mereka.

6. Jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
Bawahan membutuhkan sebuah keputusan yang  tegas, segera, namun bijaksana dari atasannva. Jika kita tampak bimbang dengan keputusan kita sendiri, bawahan akan merasa lebih bimbang lagi. Ini cepat sekali menjegal motivasi. Bukan hanya itu, mereka mungkin tak lagi mempercayai kemampuan diri mereka sendiri juga anda.

7. Jangan melemparkan tanggung jawab.
Tugas pimpinan / manajer adalah membimbing bawahan agar lebih baik dan berhasil. Salah satunva adalah dengan mendelegasikan wewenang. Tapi itu bukan berarti kita terlepas dari tanggung jawab atas tugas tersebut. Melemparkan tanggung jawab dapat meruntuhkan kepercayaan mereka pada kita sebagai seorang pemimpin. Disaat-saat sulit, tunjukkan tanggung jawab kita. Ini menumbuhkan hormat pada kita.

8. Jangan kaku, namun jangan turunkan standar kualitas kita.
Situasi tidak selalu berjalan sebagaimana diharapkan.  Kita harus bersikap tegas, namun jangan diartikan sebagai sikap kaku. Terbuka dan terimalah masukan-masukan dari bawahan. Namun, kita tetap harus menjaga standar kualitas yang kita inginkan. Jika kita toleran terhadap sebuah kelemahan, kita menurunkan moral bawahan lain yang memiliki inisiatif tinggi.

9. Jangan menunjukkan ketidakpercayaan.
Kunci memotivasi orang adalah memberikan kepercayaan pada mereka. Sebaliknya, mematikan motivasi bawahan paling mudah dilakukan dengan mencabut kembali kepercayaan itu. Sepatah ucapan yang menunjukkan ketidakpercayaan sudah cukup untuk menyingkirkan motivasi mereka.

10. Jangan acuh tak acuh pada bawahan.
Jika kita ingin meruntuhkan motivasi bawahan, jangan berikan perhatian apapun pada mereka. Jangan beri umpan balik. Jangan ingat kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka. Jangan berikan waktu bagi mereka untuk berbincang-bincang. Jauh lebih mudah mematahkan semangat, ketimbang membangunnya. Untuk Itu, hindari hal-hal yang bisa membunuh motivasi bawahan.

Baiklah sekian,

Oleh : Imam Asseyka Zega (imam kurniawan ritonga) " bagaimana cara sukses memimpin bawahan"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar