Rabu, 23 Juni 2010

Bagaimana Cara Menghentikan Hujan Dengan Prana


Begitu banyaknya kegiatan dan aktivitas kehidupan ini yang masih tergantung pada hujan atau panas. Pengaruh hujan dan panas di bidang pertanian sangat dominan.

Kita masih ingat begitu banyak dan luasnya lahan pertanian yang kering hingga gagal panen akibat tidak adanya hujan. Demikian pula banyak hasil panen yang tidak bisa dinikmati atau rusak dan harganya menjadi jatuh, karena tidak ada panas untuk menjemurnya. Meditasi akbar yang digelar di tanah lapang pada saat fullmoon, menjadi bubar berantakan, pesertanya berhamburan mencari tempat berteduh, karena tiba-tiba turun hujan. 

Demikian pula di tengah khusuknya menjalankan sholat Idul Fitri, terganggu pula karena tiba-tiba hujan deras. Pesta meriah di tempat terbuka menjadi kacau karena hujan lebat yang tiba-tiba turun seperti dicurahkan dari langit.

Adakah yang bisa dijadikan tumpuan kesalahan atas kegagalan pesta serta kerugian panen yang diderita para petani? Apakah ada yang dapat dijadikan kambing hitam? Misal, kebocoran ozon di atmosfir bumi atau pemanasan bumi karena penebangan hutan di Asia hingga menimbulkan efek rumah kaca, yang mengacaukan tata iklim dan cuaca kita saat ini. Atau panitia lupa menghubungi si Pawang Hujan, atau lupa menyediakan 75 payung, atau keliru melakukan analisa luasnya terpal dan layar panggung. Tentu menarik sekali untuk disimak!

Diperlukan sikap yang bijak

Kebutuhan untuk sesaat menunda turunnya hujan, sehingga terbit matahari dan reda hujannya, kadang sangat dibutuhkan dalam kehidupan yang penuh mekanisme dan aktivitas ini. Sebenarnya sudah cukup banyak dalam masyarakat tradisional dari beragam etnik dan suku di Nusantara, yang mempunyai teknik menunda atau menurunkan hujan. Banyak pula pawang hujan yang ada di desa-desa dan kota, yang mampu melakukan teknik penundaan hujan. Hanya saja tidak mudah untuk dipelajari atau sulit diwariskan kepada orang lain. Akibatnya daya linuwih itu sulit dikategorikan dalam kelompok ilmu pengetahuan.

Dalam pembahasan makalah ini, kita akan menggunakan energi prana untuk menunda atau menghentikan hujan. Dalam situasi yang gawat pada tingkat musim kemarau kering yang berkepanjangan, energi prana dapat kita manfaatkan untuk menurunkan hujan. Namun dengan catatan, hendaknya bukan untuk main-main atau egoisme semata-mata. Karena fenomena alam ini sangat diatur oleh Yang Maha Khalik, sehingga permainan hujan panas secara serampangan pasti akan menyebabkan sekelompok orang lain dirugikan. Oleh sebab itu penggunaannya harus sangat bijaksana dan peduli pada kepentingan orang lain.

Sebagai contoh, kita mencoba menunda hujan di suatu daerah kecil demi kepentingan proyek kita di situ untuk waktu beberapa saat dan alhasil hujan pun berhenti selama dua minggu. Padahal di daerah itu para petani sedang ramai-ramai menabur bibit palawija yang diprogram secara gotong royong. Maka kesedihan akan mereka alami, karena bibit tidak bisa tumbuh serempak dengan baik, atau mati kekeringan. Demikian sebaliknya kita menginginkan turun hujan sesaat hanya untuk kepentingan sesaat yang tidak begitu penting, maka orang lain yang sedang memanfaatkan musim panas akan sangat dirugikan, misalnya musim pra panen tembakau, musim membuat garam, dan bagi orang yang sedang mempunyai hajat, akan sangat disusahkan. Oleh sebab itu yakinkan agar lingkungan sekitar Anda tidak dirugikan. Mungkin kita bisa mengelak dengan argumen, bila permohonan hujan atau panas berhasil, berarti Yang Maha Khalik Semesta Alam merestui. Namun sangat kasihan orang tidak memahami teknik ini, yang terkena dampaknya.

Dalam pembahasan berikut ini, akan kami paparkan cara menunda atau mengalihkan hujan ke tempat lain yang lebih memerlukan, dengan teknik tradisional sederhana yang hasilnya cukup memuaskan, lengkap dengan analisanya. Selanjutnya kita akan bahas teknik mengalihkan atau menunda hujan, dan juga sebaliknya untuk menarik hujan dengan pendekatan Konsep dan Teknik Penggunaan Energi Prana.

Menunda Hujan Metode Tradisional Sederhana

yang di gunakan untuk menolak atau lebih tepat menunda dan mengalihkan hujan model tradisional, kadang sangat menggelikan. Namun kenyataannya berpeluang 75% sukses. Katakanlah 4 kali melakukan, 3 kali akan berhasil. Biasanya di gunakan apabila seseorang sedang mempunyai hajat besar, dan takut terganggu oleh hujan. Cara yang di gunakan sangat banyak ragamnya dan bersifat kedaerahan. Dari budaya Jawa, ada beberapa yang populer yakni, dengan:

1. Melemparkan celana dalam calon mempelai ke atas genting.
2. Mendirikan sapu lidi dengan ditusuk cabai merah dan bawang merah.
3. Mendirikan sapu lidi dengan rapalan dan doa secara kejawen.

Tidak tertutup kemungkinan penggunaan daya linuwih untuk menolak atau menyingkirkan hujan, misal dengan puasa dan matiraga serta bentuk keprihatinan lain seperti istiqotsah. Namun sehubungan dengan bahasan penggunaan Energi Prana, maka hanya cara tradisional sederhana saja yang kami sampaikan, sebagai pembanding dan pendamping.

Cara tradisional 1;

Dengan melemparkan celana dalam calon mempelai wanita oleh mempelai wanita itu sendiri. Ini di maksudkan untuk menunjukkan keprihatinan dan harapan pada Sang Khalik Semesta Alam, akan kepolosan dan kepasrahan bahwa hanya Yuhan yang akan mengabulkan harapan agar tidak hujan, pada saat pesta perkawinannya. Dengan dilempar ke atas genting, diharapkan air membalik ke atas dan tidak jadi turun. Sama hakikatnya seperti kepercayaan bahwa gigi bawah yang putus, harus selalu tumbuh ke atas, maka dilempar mengarah ke atas yakni ke genting, sedang gigi atas yang lepas ditanam atau dibuang ke bawah, agar cepat tumbuh mengarah lurus ke bawah.

Cara tradisional 2;

Yaitu penancapan lombok dan cabai merah pada ujung sapu lidi “gerang” ( sapu lidi tua yang sudah aus terpakai) yang didirikan terbalik. Penggunaan ini tanpa harus berdoa maupun membacakan rapal atau kata-kata sakti. Bila ditanyakan pada sebagian besar orang yang melakukan, maka jawabnya singkat saja, yakni biar pedas dan panas sehingga tidak jadi turun hujan. Ditinjau secara konsep Prana, maka lidi yang diberi bawang merah dan cabai merah banyak mengadung Prana Merah, yang bersifat hangat, memperluas, memperlebar mendung hitam tebal menjadi tipis karena diperlebar dan bersifat konstruktif. Dengan demikian mendung yang menggelantung, jadi pudar dan gagal turun menjadi hujan. Suasana jadi konstruktif dan melegakan. Hakikatnya sama dengan cara mengusir tamu yang sangat membosankan dan tidak kunjung pulang. Hal ini banyak dilakukan gadis-gadis Jawa yang dikunjungi oleh para jejaka di malam minggu yang tidak disukai namun tidak berani mengusirnya, atau bila sudah terlalu malam dan berkecenderungan tidak segera pulang.



Dengan cara menggunakan “munthu” atau batu pelumat, uleg sambal pada cobek dan mengacungkannya serta memperagakan seperti menggilas lombok dan bawang merah, memutar kekiri, dari bilik atau ruangan lain dan mengarah ke sang tamu yang bandel. Dalam waktu 5 sampai 7 menit tamu tak dikehendaki itu akan segera permisi pulang. Tentu yang menjadi pertanyaan mengapa tidak mengacungkan dan memutar senduk es atau senduk sayur saja. Mungkin Anda bisa menjawabnya?
Cara tradisional 3;
Yakni dengan menggunakan sapu lidi yang didirikan terbalik, namun sapunya dibuka selebar-lebarnya. Bila perlu diikatkan pada tonggak, sehingga tidak jatuh. Bila jatuh maka hujan tidak akan turun. Setelah sapu dipasang terbalik menghadap ke langit, sambil ikatan sapu dipegang erat-erat dengan tangan kanan, sambil mengucapkan doa dengan mantap sebagai berikut:
“Niat ingsun ora ngedekake sapu biasa, nanging sapu jagad kanggo ngresiki mendhung, udan lan angin saka daerah …. dibuang menyang …., sawetara suwene wektu 3 jam, saking kersaning Allah ingkang murbeng jagad.”
[“ Niat saya tidak mendirikan sapu biasa, tetapi sapu jagad yang berguna untuk menyapu semua mendung dan hujan di atas…. (nama daerah, kota, kecamatan yang ditolak hujannya) untuk jangka waktu .… jam, dipindahkan ke daerah … yang membutuhkan hujan. Ini semua terjadi, karena berkat Allah”].
Cara yang ketiga ini banyak kami gunakan, sebelum mengenal energi Prana. Yang kami warisi dari ibu yang berasal dari keluarga petani. Apabila sedang menjemur padi seusai panen, atau bila mempunyai hajat atau sedang melakukan kegiatan luar ruang dan khawatir terganggu oleh hujan yang turun, padahal mendung sudah gelap dan datang berarak-arakan. Peluang keberhasilannya sangat besar, yakni mendekati 95 % ( dari 20 kali melakukan, hanya 1 kali gagal). Yang terpenting, sapu tetap mengarah ke atas, dan lidi-lidinya membuka lebar mengarah ke segenap penjuru mata angin serta tidak jatuh. Bagi para pemula, tingkat keberhasilannya dimulai dari 50%, dan apabila Anda sering melakukannya di musim hujan, maka seakan-akan Anda sudah dikenal oleh semesta alam atau Sang Khalik si empunya fenomena alam sebagai pelanggan tetap, yang layak untuk dilayani permohonannya.
Namun saat ini teknik dan tata cara-cara tradisional telah dapat diganti dengan penggunaan energi atau tenaga prana, yang lebih praktis tanpa harus menyiapkan sapu lidi ataupun cabai dan bawang merah. Sebelum memastikan Tekniknya, kami coba mengungkapkan Konsep, dengan cara pendekatan Ilmu dan Seni Tenaga Prana lebih dulu, sehingga mudah memahaminya.

MENUNDA HUJAN ATAU MENURUNKAN HUJAN DENGAN ENERGI PRANA

Energi Prana merupakan berkah dan rasa cinta Tuhan Yang Maha Khalik Semesta Alam, kepada kehidupan semua makhluk di alam raya, khususnya manusia. Energi Prana merupakan energi yang berkaitan erat dengan lingkungan hidup, dan berlimpah tersedia di mana-mana. Tuhan memberikan energi dalam sumber yang beraneka ragamnya. Ada yang berasal dari matahari atau prana matahari; demikian pula energi prana yang terkandung di udara atau yang disebut dengan butir-butir vitalitas udara. Juga Prana yang berasal dari bumi atau butir-butir vitalitas bumi. Selain itu, masih ada pula sumber-sumber energi prana yang bersifat tidak permanen, namun masih bisa memberikan dayanya, akibat dari sangat kuat dan banyaknya menyerap prana matahari, udara dan bumi. Sebagai contoh pohon yang tua, sehat dan besar, kemudian air yang mengalir, makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar. Juga tempat-tempat tertentu di mana banyak orang berdoa atau berhubungan dengan Sang Pencipta. Demikian pula tempat-tempat yang terbentuk oleh alam seperti gunung, lembah dan hutan rekreasi yang subur, sangat terasakan besar energi prananya. Namun sebaliknya terdapat pula tempat-tempat yang kurang baik atau sangat sedikit energi Prananya, bahkan banyak energi kotor yang mudah mengkontaminasi lingkungan sekitarnya, sebagai contoh: rumah sakit, pabrik yang penuh polusi, kamar jenasah, kuburan, tempat di atas septiktank dan lainnya.
Dilihat dari waktunya, maka Prana akan terpancar banyak sekali dan berlimpah pada siang hari, sebaliknya habis tengah malam antara jam jam 02.00, 03.00 sampai jam 04.00, energi prana udara sangat rendah, sehingga orang sulit sekali untuk bangun. Mereka memperebutkan prana yang sangat tipis pada jam-jam itu dengan menggunakan pernapasan perut yang panjang, sama seperti kita kalau bernafas menghisap energi prana. Setelah jam 05.00, mereka bangun bersyukur kepada Tuhan dengan doa pagi atau subuh karena telah berhasil tetap hidup. Mereka semua mendapat energi vital dan siap melanjutkan kehidupan hari baru yang penuh energi vital bumi, udara dan prana matahari di siang hari.
Apabila mendung gelap, atau musim hujan yang berkepanjangan, dapat dipastikan merupakan hari-hari yang sangat sedikit energi Prananya. Hujan yang terus-terusan, mendung dan banjir tentu banyak orang kekurangan energi Prana lalu mudah sakit. Bisa kita rasakan langit dan udara yang biasa cerah sedang menderita dan prihatin, cahaya matahari ditutup awan-awan gelap yang menggelantung. Prana udara kacau terkontaminasi uap air, hingga kelembaban udara tinggi, prana bumi tergenangi air. Fenomena alam ini tentu mengusik kita sebagai Pranawan untuk meresponnya.
Konsep Pengetahuan Prana untuk Fenomena Hujan
Beberapa konsep yang telah dipertimbangkan, sehingga dapat ditemukannya teknik penggunaan energi Prana untuk mengalihkan, menunda, menghentikan atau bahkan menurunkan hujan, sesuai dengan kebutuhan, adalah sebagai berikut:
  • Yang memiliki fenomena alam berupa angin, hujan atau panas dan gempa bumi adalah Yang Maha Pencipta Semesta Alam .
  • Prana berwarna mempunyai kegunaan sendiri-sendiri, sehingga dalam teknik aplikasinya, jenis warna harus tidak boleh keliru.
  • Bahwa langit yang mendung dan hujan yang terus-menerus, menyebabkan prana di udara sangat berkurang sekali
  • Energi Prana mengikuti pikiran, sehingga bisa diarahkan dan diprogram sesuai keinginan dan kebutuhan dengan perkenan-Nya
  • Untuk menunda atau mengalihkan hujan dan menurunkan hujan, energi Prana memerlukan satuan waktu yang cukup dan kumulatif
  • Prana merupakan Ilmu Pengetahuan dan Seni, sehingga dalam penerapannya perlu memadukan kedua aspek tersebut.
  • Peraturan emas tetap berlaku, walaupun sifatnya sangat sederhana.
Berdasarkan konsep tersebut, maka yang paling utama dan pertama kali adalah bagaimana agar dalam melakukan praktik ini harus selalu kepada si Empunya Alam Semesta. Kemudian mempertimbangkan dan meneliti apakah ada pihak-pihak yang dirugikan seandainya harus turun hujan atau panas, karena peraturan emas tetap berlaku.

Programkan kapan harus berhenti dan kapan harus turun hujan dengan mempertimbangkan bahwa untuk dapat berhenti dari hujan umumnya lebih cepat. Untuk program segera turun hujan pada musim kemarau atau pada cuaca yang cerah, membutuhkan durasi waktu untuk mengumpulkan kelembaban yang cukup. Namun pengalaman kami, kadang pada cuaca yang cerah dapat segera hujan turun dengan deras sesuai program kita. Dalam kaitan itu tidak lagi melalui pendekatan ilmu dan teknik saja, melainkan pendekatan seni perlu dilakukan juga.

Pendekatan seni yang kami maksudkan, adalah keyakinan kita akan kemanjuran aplikasi menolak, atau menunda dan menurunkan hujan ini. Keragu-raguan merupakan penghambatan program pula, karena energi mengikuti pikiran. Pendekatan seni lain adalah visualisasi dan kapan harus berhenti memberi energi .

Teknik Terapan dengan Tenaga Prana
Setelah mengerti dan memahami konsep tenaga Prana yang digunakan untuk menunda, mengalihkan ataupun menarik turun hujan, maka barulah kita dapat menggunakan teknik dan memilih energi Prana mana yang paling cocok untuk menanggapi fenomena hujan dan cuaca panas itu.
Penggunaan teknik ini, mengambil metoda dan konsep Penggunaan Tenaga Prana tingkat Lanjut, yang telah dirancang oleh Master Choa Kok Sui yang kita cintai dan telah kita rasakan manfaatnya.

TEKNIK MENUNDA ATAU MEMINDAHKAN HUJAN

 
TEKNIK MENDATANGKAN HUJAN


Namun bukan berarti teknik tingkat dasar yang masih menggunakan Prana Putih, tidak layak digunakan. Hanya saja demi efektivitas. Kemampuan tingkat visualisasi dan kemampuan kontemplasi mempergunakan prana warna pada pranawan tingkat dasar belum sepenuhnya diajarkan.
Penutup



Dengan menerapkan teknik mengalihkan atau menunda hujan atau sebaliknya menarik turun hujan pada tempat yang memerlukan, maka sebenarnya kita telah merasakan berkat Tuhan Semesta Alam.
Bukan pada tempatnya untuk memamerkan Ilmu dan Seni menolak dan menurunkan hujan dengan tenaga Prana semata-mata untuk bermain-main. Hal itu sama saja dengan mempermainkan Khalik Semesta Alam. Oleh sebab itu hanya Anda yang bijak saja yang akan merasakan manfaat ini.

Hati-hati dengan pikiran ANDA !


Ooopsss Judul ini tidak terlalu seram seperti yang anda bayangkan anda tidak perlu berhati-hati hanya saja anda harus waspada hahahahahhahaha. oke lanjut.

PIKIRAN manusia mempunyai kekuatan yang luar biasa, dan pikiran bawah sadar memegang peranan yang jauh lebih besar dari pada pikiran sadar.

Pikiran sadar hanya berpengaruh sekitar kurang lebih 12 persen, sementara pengaruh pikiran bawah sadar memegang kendali hidup manusia sekitar 88 persen. Pikiran manusia ibarat pemancar yang menghasilkan getaran gelombang energi yang dipancarkan ke segala arah. Dan getaran energi ini akan direspon oleh kekuatan energi yang jauh lebih besar yaitu energi alam semesta. Energi alam semesta mengembalikan jauh lebih besar setiap gelombang energi yang kita pancarkan baik kepada kita ataupun kepada orang lain yang memiliki gelombang pikiran yang sama.

Mungkin anda pernah mengalami suatu kejadian, saat sedang melamun atau memikirkan seseorang, tiba-tiba orang yang dilamunkan itu menghubungi anda. Atau ketika menghayal ingin memiliki sesuatu dan hayalan itu yang disimpan di pikiran alam bawah sadar bisa terwujud di kemudian hari tanpa kita sadari. Itulah kekuatan pikiran alam bawah sadar dan pikiran sadar manusia.

Di alam semesta, energi hanya terdiri dari dua macam, yakni energi positif dan energi negatif. Demikian pula dengan pikiran manusia hanya ada pikiran positif dan pikiran negatif yang menghasilkan getaran gelombang energi yang akan mempengaruhi kehidupan manusia.

Sadar atau tidak, setiap pikiran yang kita hasilkan akan sangat berpengaruh dengan terbentuknya getaran gelombang energi yang menyelimuti kita, yang sering disebut dengan aura tubuh. Bila kita sering berpikir negatif maka aura tubuh yang menyelimuti kitapun menjadi negatif pula. Dan bila kita selalu berpikir positif, maka aura tubuh yang menyelimuti kita menjadi positif. Kalau tidak percaya, bisa dibuktikan dengan foto aura.

Contoh pikiran yang membuat gelombang energi menjadi negatif adalah perasaan sedih, kecewa, putus asa, khawatir, ragu-ragu, benci dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, tidaklah heran bila orang yang selalu memelihara pikiran negatif itu maka hidupnya diliputi dengan hal-hal yang negatif juga, apakah halangan dalam bekerja atau halangan dalam usaha untuk mendapatkan rejeki atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan seperti selalu sial.

Orang yang selalu berpikir positif, riang gembira, optimis dan penuh rasa syukur maka hidupnya pun selalu dipenuhi dengan energi positif. Sebab, setiap apa pun yang dikerjakan atau dilakukan akan berbuah menjadi suka cita. Dalam melaksanakan pekerjaan, seberat apapun pekerjaan itu semua menjadi lebih mudah untuk diselesaikan.

Untuk itu kita harus memelihara pikiran positif. Menyelaraskan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar menjadi satu kesatuan gelombang energi yang positif. Bila pikiran kita menjadi ragu-ragu cepatlah rubah menjadi pikiran optimis. Bila kita sedih cepatlah merubah kesedihan itu menjadi kegembiraan. Bila ada rasa khawatir maka relakan atau pasrahkanlah semuanya kedalam kehendak Yang Kuasa, yang menguasai alam semesta, yakni Allah sendiri.

Setiap apa yang kita pikirkan atau dihayalkan dan kita beri perhatian lebih, maka cepat atau lambat alam semesta pun akan meresponsnya jauh lebih besar pula. Sudah saatnya berpikir yang baik, berbicara yang baik dan berprilaku yang baik, agar alam semesta memberi kebaikan dalam kehidupan ini.

Memahami dan Kupas Tuntas Tentang STRESS


Dewasa ini setiap orang berbicara tentang stres. Kita mendengar topik ini sebagai bahan pembicaraan sehari-hari, baik di radio, televisi, surat kabar dan diberbagai konferensi maupun di kalangan Universitas. Sayangnya hanya sedikit saja orang yang mengerti konsep stres yang benar. Manager menganggap stres sebagai frustasi atau ketegangan emosi; pengatur lalu lintas pesawat berpendapat sebagai problem konsentrasi; seorang remaja yang kandas cita-citanya dan para atlit yang gagal berprestai karena ketegangan otot. Secara umum pengertian stres adalah suatu bentuk ketegangan yang mempengaruhi fungsi alat-alat tubuh. Kalau ketegangan itu berlebihan sehingga menggangu fungsi alat-alat tubuh tadi, maka keadaan demikian disebut dengan istilah distres. Stres dalam kehidupan tidak dapat dihindarkan. Masalahnya adalah bagaimana manusia hidup dengan stres tanpa harus mengalami distres. Perubahan-perubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi mempunyai dampak pada kehidupan. Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut, pada gilirannya dapat menimbulkan ketegangan atau stres pada dirinya. Stres sendiri merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang demikian cepatnya dalam abad ke duapuluh satu ini, suatu ironi kehidupan. Manusia menciptakan berbagai macam produk untuk meningkatkan taraf hidupnya, untuk hidup lebih efisien, namun dalam proses memproduksi berbagai macam produksi, manusia harus menghadapi berbagai macam kondisi, yang dapat menimbulkan stres yang lebih banyak.

Seorang yang menderita stres, selain terwujud dalam berbagai macam penyakit, dapat pula terungkap melalui ketidak mampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga menderita gangguan kecemasan, depresi dan gangguan psikosomatik. Penderitaan fisik dan/atau psikik menyebabkan orang tak dapat berfungsi secara wajar, tak mampu berprestasi tinggi dan sering menjadi masalah bagi lingkungannya (di rumah, di tempat kerja atau lingkungan sosial lain), merupakan akibat dari stres yang berkelanjutan.

Makalah ini berupaya membahas masalah stres dan upaya penanggulangannya. Mula-mula akan dibahas arti dari stres, jenis stres, dampaknya terhadap individu. Akhirnya akan dijelaskan berbagai macam cara atau metode yang dapat dilakukan sebagai upaya penanggulangan stres.

*
ARTI STRES

Istilah stres dalam fisika diartikan sebagai penggunaan kekuatan yang cukup besar terhadap suatu obyek atau sistem untuk merusaknya atau merubah bentuknya. Herbert Benson dalam bukunya “The Relaxation Response” memberi batasan stres sebagai “enviromental demands that require behavioral adjustment”. Batasan ini memberikan arti yang sama kepada stres sebagaimana artinya dalam fisika yaitu adanya suatu kekuatan di luar obyek yang terkena kekuatan tersebut. Dalam obyek timbul ketegangan tertentu untuk dapat mempertahankan bentuknya. Pada manusia kekuatan lingkungan juga menimbulkan ketegangan. Untuk dapat bertahan manusia perlu menyesuaikan perilaku dirinya. Jika tak berhasil dalam penyesuaian dirinya ia akan berubah bentuknya atau akan hancur.

Yang kurang diperhatikan dalam batasan di atas ialah kemampuan kognitif manusia. Manusia bukan merupakan organisasi yang secara refleks otomatis memberikan reaksi. manusia memiliki cognitive – appraisal system (Woolfolk & Richardson, 1979) sehingga ia memberikan arti kepada apa yang terjadi di lingkungannya. Peritiwa atau kejadian di sekitar kita perlu kita alami atau hayati sebagai suatu stres berdasarkan arti atau interpretasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, bukan karena peristiwa itu sendiri. Misalnya pelamar menghadapi wawancara seleksi. Ada pelamar yang menghayati wawancara seleksi ini sebagai suatu stres, pelamar lain sama sekali tak merasakannya. Yang merasakan wawancara seleksi sebagai suatu stres memberikan arti bahwa wawancara seleksi ini dapat merubah kehidupannya. Kalau hasil wawancara diterima, ia akhirnya akan mendapat pekerjaan. Jadi lingkungan hanya memberikan tuntutan (yang menimbulkan stres), jika tuntutan tersebut dipersiapkan atau dihayati sebagai tuntutan. Tuntutan juga tidak akan menimbulkan stres, jika tuntutan tersebut dipersepsikan sebagai tak berarti, atau jika tak ada suatu akibat apa pun.

Seorang tenaga kerja melanggar suatu peraturan tak mengalami pelanggarannya sebagai suatu stres, karena melihat tak akan ada sanksi terhadap perbuatannya. Selain tuntutan lingkungan harus dipersiapkan sebagai tuntutan dan dipersepsikan akan mempunyai akibat yang merugikan, timbulnya stres juga ditentukan oleh sejauh mana seseorang menganggap bahwa ia dapat atau mampu memberikan jawaban yang berhasil terhadap tuntutan tersebut. Seorang salesman yang harus mencapai sasaran penjualan produk minimum dalam satu bulan, tak akan mengalami stres jika ia merasa yakin ia mampu menjual produk lebih banyak dari yang ditentukan. Sebaliknya jika ia merasa tak mampu mencapai sasaran tersebut, karena berbagai macam hal (misalnya belum berpengalaman, atau daerah penjualannya “kering” dan sebagainya), maka ia akan mengalami stres. Dapat disimpulkan bahwa stres bukan terletak di luar diri kita, di lingkungan kita, melainkan terletak dalam diri kita sendiri.

Aspek lain dari stres ialah bahwa stres membuat organisme waspada, siaga atau aktif, menggerakkan organisme. Penggerakan ini dapat bercorak intelektual, emosional, faali, atau perilaku. Seorang staf dari bagian penelitian dan pengembangan yang mengalami stres karena masalah kualitas produk yang harus ditingkatkan dapat mencapai tingkat kesiagaan intelektual yang tinggi, lebih tinggi dari biasanya. Jika tenaga kerja merasa terancam akan kena Pemutusan Hubungan Kerja, akan timbul reaksi emosional.

Pergerakan faali akan terjadi setiap kali orang mengalami stres. Bila terjadi kebakaran maka orang langsung memperhatikan bentuk perilaku penyelamatan (memadamkan kebakaran atau lari). Pergerakan yang sering dikaitkan dengan stres adalah fight-or-flight-response (jawaban lawan – atau – lari). Jawaban lawan-atau-lari merupakan pola terkoordinasi dari jawaban-jawaban yang terjadi jika badan menghadapi suatu keadaan darurat. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang dapat bereaksi menghadapi (melawan) stres atau menghindari (meninggalkan/lari) dari stres.

Sebagai kesimpulan dari uraian di atas dapat diberikan batasan dari Woolfolk & Richardson (1979) yaitu bahwa stres adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidak senangan, yang menggerakkan, menyiagakan, atau membuat aktif organisme.

*
JENIS STRES

1. Stres dapat bersifat organobiologik (fisik), seperti :

1. kelelahan fisik, seorang karyawan swasta yang kuliah lagi.
2. rudapaksa fisik, kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan pada seseorang.
3. gizi kurang (malnutrition), seperti anak Somalia dengan tatapan mata yang sayu.
4. penyakit infeksi, penyakit tipus sering diikuti dengan tingkah laku sangat gelisah.
5. tindakan operasi, operasi payudara dapat menyebabkan stres berat pada seorang wanita.

2. Stres juga dapat bersifat psiko-edukatif.

Ini berarti ia berasal dari alam psikologik (kejiwaan) dan alam pendidikan (edukasi) dari individu yang bersangkutan. Walaupun jenis-jenis stres itu dapat disebutkan satu demi satu, perlu diketahui bahwa semua jenis stres itu berpengaruh secara menyeluruh (integratif) terhadap perilaku individu. Dengan demikian, tidak jarang dapat ditemukan suatu “pola stres” tertentu :

i) Berbagai konflik dan frustasi yang berhubungan dengan kehidupan urban/modern.

* konflik menantu dan mertua yang berkelanjutan, karena berbagai ketidakcocokan padahal tinggal bersama.
* ibu-rumah tangga yang frustasi tidak boleh bekerja lagi padahal berpendidikan tinggi.

ii) Berbagai kondisi yang mengakibatkan sikap atau perasaan “rendah diri” sehingga individu “benar-benar” merasa dirinya terpukul “Antara lain dapat disebabkan kegagalan dan rasa rendah diri di mana terasa sekali bahwa “ideal yang diidam-idamkan” tidak mungkin tercapai, contoh: remaja putri yang tidak berhasil dalam sipenmaru.

iii) Berbagai kondisi kehilangan “status” dan perasaan dirinya “cacat” atau “habis riwayatnya”. Umpamanya bila orang benar diberhentikan dari posisinya, benar kehilangan sebagian besar keuangannya yang dihimpunnya selama hidupnya, benar kehilangan kawan karib/kawan seperjuangan/istri atau suami yang sangat dicintainya. Begitu pula seorang suami yang tertekan karena karier dan penghasilan istri melesat tinggi dibandingkan dengan dirinya.

iv) Berbagai kondisi iri hati karena dalam membandingkan diri dengan orang lain / pihak lain (status, posisi, kekayaan, dll). Misalnya seorang karyawan yang mempunyai kemampuan dan pendidikan lebih tinggi hanya menduduki jabatan yang lebih rendah, sedangkan yang berada diposisi tersebut kurang kemampuannya tetapi masih ada hubungan keluarga dengan pimpinan kantor.

v) Berbagai kondisi kekurangan yang dihayati sebagai sesuatu cacat yang menentukan kehidupan, umpama: penampilan fisik, jenis kelamin, usia, intelegensi, kondisi cacat (handicap). Misalnya seorang ibu walaupun cukup menarik tetap merasa kurang karena hidungnya yang kurang mancung.

vi) Berbagai kondisi perasaan bersalah/berdosa. Tidak jarang berhubungan dengan kode moral etik yang dijunjung tinggi secara pribadi, tetapi gagal dianut dalam praktek. Seseorang yang tergoda orang ketiga sewaktu pasangannya sedang tugas belajar kemudian merasa berdosa karena menghianati suaminya.

*
3. Stres sosio-kultural

1. Kehidupan modern menempatkan individu-individu dalam suatu “kancah stres sosio-kultural” yang cukup besar. Perubahan-perubahan sosial / ekonomi dan sosial budaya berdatangan secara bertubi-tubi. Berbagai kondisi stres dapat dikemukakan secara lebih terperinci, diantaranya :
 

2. Berbagai fluktuasi ekonomi dan akibatnya (menciutnya anggaran rumah tangga; pengangguran; kegelisahan tertentu yang menimpa pribadi individu maupun kelompok, dan lain-lain). Bayangkan seorang istri yang harus mengatur gaji untuk kebutuhan 1 (satu) bulan semakin bingung karena kenaikan gaji yang diterima tidak memadai dengan kenaikan barang kebutuhannya.
 

3. Kesenjangan hidup keluarga
 

4. Berbagai indikator sosial kultural dapat dipergunakan untuk menilai hal tersebut, diantaranya jumlah perceraian; konflik yang mengakibatkan keretakan rumah tangga, berbagai kekecewaan dan sebagainya. Pengaruh urbanisasi dan modernisasi dengan peningkatan tuntutan dan efisiensi hidup dan finansiil / materiil tidak jarang melandasi kehidupan keluarga. Demikian pula tidak terpenuhinya hal-hal di bidang lain, “peranan” yang diharapkan dijalankan oleh pihak suami/istri mertua/orang tua/anak/menantu dan lain-lain.
 

5. Ketidakpuasan bekerja
 

6. Dalam hubungan dengan kepuasan bekerja ternyata cukup banyak orang menganggap hal itu hanya “sekedarnya” apa boleh buat “merasa terpaksa karena tuntutan hidup”, sehingga mungkin tidak lebih dari 1/4 atau 1/3 jumlah tenaga kerja benar-benar yakin bahwa ia memperoleh kepuasan bekerja dalam menjalankan profesi/pekerjaannya. Salah satu faktor tersusupnya secara makin infiltratif yang disebut “teknologi modern” (menengah atau tinggi) yang makin menggolong-golongkan individu dalam segmen-segmen kerja yang anonim tanpa kemungkinan kreativitas yang sungguh-sungguh kecuali mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah dibakukan secara ketat. Karena itu pengaruh dan fungsi kesehatan jiwa makin terasa penting.
 

7. Persaingan yang tajam, keras dan kadang tidak sehat
 

8. Sukses yang dicapai berbagai orang tidak selalu disebabkan karena keunggulan-keunggulan yang obyektif. Bila latar belakang itu diketahui oleh lingkungan luas, maka sukses “semu” yang dicapainya itu dapat menimbulkan stres-stres tertentu. Oleh sebab itu, mungkin suatu pendekatan yang lebih merata dan “sportif” dapat lebih mengikat hati, dihargai dan mempesona. Walaupun demikian, dalam masyakarat umum yang dijadikan “idola dan idealisme” sering mereka yang sudah berhasil menggondol hadiah utama atau posisi puncak.
 

9. Diskriminasi
 

10. Walaupun telah dibuka kesempatan yang sama antara pria dan wanita, kadang-kadang masih dijumpai diskriminasi dalam karier untuk tenaga kerja wanita yang tentunya dapat menghambat potensi individu tersebut.
 

11. Perubahan sosial yang cepat
 

12. Perubahan cepat tidak senantiasa perlu berakibat buruk, bila disertai dengan penyesuaian yang memadai di bidang etik dan moral konvensional. Bila kesejajaran ini tidak harmonis, maka pola kehidupan konvensional akan senantiasa merasa terancam dengan berbagai akibat yang tidak diharapkan. Dalam kondisi terburuk, maka nilai-nilai materialistik akan mendominasi sehingga nilai-nilai religius – moralitik – spiritualistik terpengaruh dan melemah karenanya. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya “benturan konflik”. Sebagian diungkapkan, dan untuk sebagian sekedar disimpan dalam hati untuk ditanggung dalam alam perasaan individu atau kelompok.

*
KEPRIBADIAN
Yaitu kumpulan corak kebiasaan yang digunakan seseorang untuk bereaksi terhadap rangsang baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dan corak kebiasaan ini bersifat khas pada masing-masing individu.

Corak kepribadian yang relatif mudah atau peka ialah :

1. Orang yang bersifat hati-hati, takut gagal, takut memperoleh hinaan dan kesalahan.
2. Seseorang workaholic, seseorang yang senang sekali bekerja (tipe A)
3. Seseorang dengan kebutuhan untuk keberhasilan yang tinggi.
4. Seseorang yang kaku dalam proses berpikirnya, kurang lentur (rigid)
5. Orang yang sedang mengalami krisis tengah umur (midlife-crisis)


TANGGAPAN TUBUH TERHADAP STRES (Daya Adaptasi).

Menurut Selye, stres merujuk pada suatu reaksi yang kompleks di pihak organisme terhadap pengaruh atau dampak non-spesifik dari lingkungan (pengaruh atau dampak itu dinamakan “stresor” atau “stimulus”). Sesuai dengan berat ringannya stres dan lama-singkatnya stres berlangsung, tubuh menanggapinya dalam tiga tahap.

*
1. Tahap “reaksi peringatan atau alarm” (tanggapan terhadap bahaya).

Tanggapan ini berfungsi untuk mengerahkan sumber daya tubuh melawan stres. Pada awal tanggapan terhadap bahaya itu, untuk sesaat reaksi tubuh turun di bawah normal. Misalnya, tekanan darah, detak jantung, pernapasan berkurang. Tetapi reaksi tubuh itu segera berbalik naik. Darah mengalir lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat, pernafasan lebih cepat, keringat banyak keluar. Hal ini terjadi misalnya waktu kita menghadapi keadaan darurat misalnya hampir terlanggar kendaraan waktu mau menyeberang jalan. Pada tahap ini, biasanya orang berjuang mengatasi stres dengan melawan (fight) atau lari (flight) dari sumber stres. Reaksi tubuh terhadap stres yang tinggi ini tak mungkin bertahan lama. Maka bila stres terlalu keras dan tak terhindarkan, serta reaksi tubuh yang intens tetap tak berkurang, organisme tubuh dapat hancur dalam beberapa saat, jam atau hari. Jika tahap ini dapat diatasi, maka menyusul :

*
2. Tahap “adaptasi atau resistensi”

Gejala-gejala semula menghilang. Terjadi penyesuaian dengan perubahan lingkungan, dan bersangkutan dengan ini terciptalah suatu peninggian “daya tahan”. Dampak stresor atas organisme berkurang atau dinetralisasi. Tubuh tidak banyak menunjukkan gejala-gejala stres, seolah-olah biasa saja. Tetapi tubuh yang sudah menahan stres itu menjadi lemah jika menghadapi stres baru, sehingga mudah terkena penyakit.

*
3. Tahap “kelelahan” (exhaustion)

Cadangan adaptasi yang tersedia dalam organisme telah terpakai habis. Sekarang timbul penyakit misalnya hipertensi, tukak lambung, encok, asthma, reaksi allergi, penyakit jantung dan disebut sebagai “penyakit adaptasi”.

*
DAMPAK STRES

Orang yang mengalami stres dapat mengalaminya hanya untuk sementara waktu saja atau dapat untuk waktu lama. Pada tahap yang terakhir stres psikologik akan menampakkan diri dalam bentuk sakit fisik dan sakit psikis. Kesehatan jiwa terganggu. Orang dapat menjadi agresif, dapat menjadi depresi, dapat menderita neurosis cemas, dapat menderita gangguan psikosomatik, dapat tidak sehat badan, yaitu menderita penyakit fisik :

- Tekanan darah tinggi
- Sakit jantung
- Sesak nafas (Asthma Bronkhial)
- Radang usus, tukak lambung atau usus.
- Sakit Kepala (Tension Headache)
- Sakit eksim kulit (Neurodermatitis)
- Konstipasi
- Arthritis
- Kanker, dll.

*
UPAYA PENCEGAHAN STRES

1. Jaga kesehatan fisik dengan makanan bergizi, cukup istirahat dan olahraga
2. Mempunyai kepercayaan kepada Tuhan YME, hidup dalam pengharapan dan iman serta menjalankan ajaran Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menerima segala peristiwa dalam kehidupan sebagai pelajaran dan dapat mengambil hikmahnya.
4. Jika mempunyai masalah yang melibatkan emosi, cepat selesaikan dengan cara yang benar. Jangan memendam emosi dan konflik.
5. Belajar tidak egois dan selalu mau menolong orang lain
6. Percaya diri, tidak rendah diri dan senang dengan dirinya (dapat menerima diri apa adanya)
7. Nikmati, hayati, syukuri tiap-tiap menit yang berlalu (here and now, masa depan adalah serial dari masa sekarang)
8. Pupuklah benih-benih cinta (kasih sayang)
9. Kembangkan rasa humor
10. Carilah nilai-nilai perjuangan dalam hidup, sehingga kita dapat menghadapi kehidupan dengan ulet dan tahan bantingan.

*
UPAYA PENANGGULANGAN STRES

1. Pemberian obat (terapi medikamentosa).

* Jika sudah menderita gangguan Jiwa, pertama-tama penderita harus diberi obat dulu sesuai dengan diagnosisnya.
* Hal ini perlu untuk menghilangkan gejala, sehingga penderita kembali tenang dan dapat berpikir jernih, sehingga dapat diberikan psikoterapi.

*

2. Psikoterapi

Psikoterapi ialah suatu cara pengobatan terhadap masalah emosional seorang pasien yang dilakukan oleh seorang yang terlatih, dalam hubungan profesional secara sukarela, dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala yang ada, mengoreksi perilaku yang terganggu dan mengembangkan pertumbuhan kepribadian secara positif.

*
3. Latihan relaksasi

Latihan relaksasi dapat mengurangi kecemasan (anxietas), dapat menidurkan mereka yang menderita insomnia dan dapat mengurangi rasa sakit kepala yang ditimbulkan oleh stres. Latihan relaksasi dapat dilaksanakan dengan prosedur :

1. relaksasi progresif (Jacobson)
2. autogenic training (Schultz)
3. biofeedback
4. meditasi

*
Semua prosedur diatas umumnya memiliki beberapa prinsip yang sama yakni :

1. diusahakan timbulnya pengendoran otot-otot tubuh.
2. harus dilakukan secara teratur dan berulang kali.
3. individu itu dianjurkan untuk memakai relaksasi ini dalam menghadapi situasi stres sehari-hari.
4. juga diberikan pada klien suatu prosedur kognitif untuk menciptakan pikiran yang tenang, umpama : pada autogenic training, mereka harus mengulang-ulang kalimat “lengan dan kakiku sekarang berat dan hangat”.
5. persamaan yang paling kuat dari semua model prosedur relaksasi di atas adalah atensi pasif, yakni suatu fenomena yang berlawanan dengan jawaban aktif atau perjuangan yang umum dilaksanakan dalam menghadapi stres. Umpama : autogenic training, klien diajarkan untuk melaksanakan konsentrasi pasif. Dalam bio-feedback training diajarkan untuk bertindak berlawanan dari “usaha keras”.

*
4. Upaya yang bersifat lingkungan

1. Keluarga. Seorang isteri / suami dapat merupakan sokongan sosial yang sangat berharga bagi seorang yang sedang menderita stres. Demikian pula halnya dengan orang tua bagi anaknya dan sebaliknya.
2. Perkumpulan senasib / seprofesi. Perkumpulan para lanjut usia, para remaja atau kawan dan sebagainya banyak pula dapat pembantu anggotanya bila ia mengalami suatu stres atau masalah.
3. Agama. Berdoa bersama dalam agamanya telah banyak memperlihatkan khasiatnya dalam memberikan kekuatan pada seseorang dalam menghadapi persoalan-persoalannya.
4. Penulis adalah seorang psikiater sekaligus seorang Pelatih Prana.

Cinta Adalah Terapi


Getaran Cinta mempunyai frekwensi yang sangat tinggi, karena itu energinya sangat baik digunakan untuk penyembuhan, bila dialami, reaksi positifnya pada seseorang sungguh luar biasa!

Jatuh cinta menghasilkan sejenis reaksi kimia, juga pengaruh hormonal dalam tubuh yang mencitpakan emosional yang tinggi yang tidak ada duanya, dibandingkan dengan kemampuan penyembuhan yang lain.

Ketika Anda sedang jatuh cinta, Anda merasa demikian sempurna, Anda seperti berjalan di awang-awang, Anda tidak akan merasa sakit ataupun membiarkan segala sesuatu yang mengganggu masuk ke lingkup energi Anda karena Anda ingin tetap berada di ketinggian. Ketika Anda sakit, baik emosional maupun fisik, Anda berusaha untuk memulihkan diri dan mempunyai keinginan kuat untuk berada dalam penampilan yang tertinggi. Pikiran, tubuh dan jiwa Anda jadi bercahaya, sekarang ingin disembuhkan dan berada dalam potensi puncaknya. Konsep mendasar terhubungnya dengan pasangan jiwa itu merupakan bagian dari frekwensi itu sendiri dan karenanya menimbulkan keseimbangan di semua tingkat, kalau orang itu dipisahkan, maka akan punya pengaruh meluluhkan semua tingkat tubuhnya dan menyebabkan timbulnya atau kambuhnya penyakit.

Cinta yang terhubung pada teman atau keluarga juga mempunyai pengaruh menyembuhkan. Cinta mempengaruhi cakra jantung dan bisa menyembuhkan kita semua dari berbagai penyakit, bila kita menyembuhkan hati kita, kita menyembuhkan diri kita.

Pheromon

Zat yang menyembuhkan itu disebut dengan pheromon, yang sebenarnya merupakan signal kimiawi yang dikeluarkan oleh satu individu dan diterima oleh individu yang lain dari spesies yang sejenis, dan dengan demikian memicu perilaku atau proses perkembangan tertentu. Binatang menggunakan signal kimiawi seperti ini untuk mengkomunikasikan pesan tertentu, dari daya tarik sampai agresi dan pembatasan wilayah kekuasaan.
Ada ciri khusus pheromon yang dikeluarkan untuk memberikan signal, yaitu baik produksi pheromon maupun responnya yang spesifik berdasarkan gender, banyak sekali kasus komunikasi pheromon pada binatang pengerat maupun mamalia lain yang sudah didokumentasikan.

Perdebatan yang paling seru berkenaan dengan studi mengenai penginderaan kimiawi ini adalah apakah manusia dapat memproduksi pheromon, dan kalau begitu, apakah manusia dapat menggunakan signal kimiawi untuk menarik tanggapan perilaku terhadap yang lain.

Data paling kuat yang mendukung komunikasi berlandaskan pheromon pada manusia datang dari kesesuaian waktu haid. Di situ ditunjukkan, sebagai contoh, teman sekamar di asrama mahasiswi mulai haid pada waktu yang bersamaan. Yang menarik, penyelasaran waktu haid itu dapat dicapai hanya dengan mengusapkan baju hangat wanita donor ke bibir atas wanita penerima, kuat dugaan bahwa pheromon manusia terkandung dalam keringatnya.

Tetapi hanya ada sedikit bukti tentang tanggal atau bagaimana manusia mendeteksi signal pheromon itu, lebih jauh lagi, pada mamalia jenis lain, terdapat perangkat tersendiri pada sistem penciumannya yang merupakan saluran pemrosesan pheromon, dan hanya terdapat sedikit bukti kalau saluran itu hanya berfungsi pada manusia dewasa.

Saat ini Ivanka Savic dan sejawatnya di rumah sakit Universitas Huddinge di Stockholm telah menemukan bukti sahih tentang pengaktifan khusus gender pada hipotalamus (bagian otak yang diketahui terkait dengan pendeteksian pheromon pada binatang pengerat) dalam merespon hormon steroid sintesis.

Team itu melakukan PET-scan alat penciuman orang-orang yang sangat dekat kaitannya dengan testosteron dan estrogen. PET-scan itu mengukur aliran darah di berbagai bagian dari otak subyek. Mereka menemukan adanya produksi komponen yang mempercepat aliran darah di bagian hipotalamus pria, tetapi tidak pada wanita. Demikian juga, sebuah androgen yang berkaitan dengan produksi testosteron yang meningkatkan aliran darah di bagian hipotalamus yang sama tetapi tidak pada pria.

Pengaktifan hipotalamus sesuai gender sangat berbeda dari pola pengaktifan otak sebagai tanggapan terhadap bau tertentu telah diamati.

Hasil-hasil ini yang dengan sangat meyakinkan ditunjukkan, bahwa dengan penggabungan hormon steroid dapat berperan sebagai signal-signal pheromon dan bahwa otak manusia mampu mendeteksinya, telah diterbitkan bulan Agustus 2001 dalam Jurnal Neuron.

Dalam artikel lain yang masih ada kaitannya, yang juga dimuat dalam edisi Neuron yang sama, Noam Sobel dan Windy Brown dari Universitas of California, Berkeley membahas temuan Savic secara ringan tentang apa yang dikenal sebagai produksi pheromon dan pendeteksiannya pada mamalia lainnya, dan menggarisbawahi pertanyaan penting berikutnya berkenaan dengan study komunikasi pheromon pada manusia. Apakah benar pheromon dapat menyembuhkan semua gangguan fisik, eterik, emosi, mental dan spiritual manusia, masih diperdebatkan.

Sentuhan Wanita Ternyata Bisa Pengaruhi Keputusan dan Perilaku


Sentuhan wanita ternyata punya kekuatan yang luar biasa. Tak percaya? Sebuah tepukan di punggung atau sentuhan di lengan ternyata dapat menjadi alat yang ampuh untuk mempengaruhi perilaku seseorang.

Sebuah penelitian menyebutkan sentuhan bisa menentukan apakah seseorang mau melakukan investasi keuangan beresiko atau memutuskan untuk bermain aman. "(Sentuhan) adalah cara yang sangat efektif mempengaruhi perilaku orang, tanpa mereka sadari mereka sedang dipengaruhi," kata Jonathan Levav, seorang profesor bisnis dan pemasaran di Columbia University, New York.

"Jika Anda seorang dokter, atau penjual, ini adalah bentuk komunikasi yang mungkin Anda simpan dalam pikiran Anda," katanya dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Jumat (14/5).

Levav, dalam laporannya pada jurnal Psychological Science, melakukan serangkaian percobaan yang melibatkan sentuhan. Dalam sebuah penelitian 67 pria dan wanita diminta untuk memilih antara hadiah uang tunai atau berjudi, kemudian disentuk pundaknya oleh peneliti laki-laki dan perempuan.

Levav dan rekannya, Jennifer Argo, dari University of Alberta di Kanada, menemukan bahwa responden lebih cenderung memilih berjudi karena merasa nyaman, terutama setelah disentuh oleh seorang wanita.

Dalam eksperimen lain, 105 orang diminta untuk mengalokasikan uang mereka di antara dua pilihan investasi; saham yang memiliki bunga empat persen per tahun atau melakukan investasi pada transaksi yang berisiko tanpa dijamin. Hasilnya, orang-orang yang disentuh pundaknya oleh seorang perempuan lebih memilih investasi yang beresiko.

"Sebuah tepuk di bagian bahu oleh perempuan dengan cara yang berkonotasi dukungan bisa menimbulkan perasaan aman seperti sentuhan menghibur seorang ibu semasa kanak-kanak," tulis mereka dalam penelitian tersebut.

Bagaimana Cara Berhenti Merokok Selamanya


Bagaimana Cara Berhenti Merokok Selamanya. Susah-susah gampang faktanya. cara berhenti merokok tidak ada cara yang pasti terpulang ke niat si pelakunya, heheheh. oke silahkan baca lebih lanjut.

Ketika membaca judul di halaman ini, akan timbul pertanyaan di benak anda, mungkinkah kita dapat berhenti merokok untuk selamanya? Atau mungkin secara kurang arif akan mengatakan: “Kalau banyak orang berhenti merokok, pabrik rokok akan tutup, kasihan para karyawannya.” Ini adalah pernyataan klasik yang mengada-ada dan kurang bertanggung jawab, terutama terhadap diri sendiri. Apalagi sebagai penyembuh prana, kebersihan eteris kita harus benar-benar terjaga, terutama agar tidak mengotori tubuh eteris pasien kita.

Bagi kebanyakan orang, mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging atau kecanduan bisa menjadi sebuah siksaan. Pertama-tama, akan muncul perasaan tertekan dan semua yang anda pikirkan selalu saja tentang rokok. Kemudian muncul kebutuhan untuk melakukan sesuatu yang biasanya adalah keinginan untuk selalu mengunyah cemilan atau kebiasaan lain yang tak diinginkan. Kemudian pada gilirannya ini akan membuat segala sesuatu menjadi semakin buruk, anda harus melawan pengaruh menghindar dari nikotik seperti kemurungan dan tidak dapat berkonsentrasi. Anda menjadi mudah tersinggung dan berkeinginan mengunyah apa saja. Kadang-kadang rasa pusing dan kejang perut membuat anda berpikir untuk kembali merokok, lagi pula, rokok sudah menjadi sahabat anda, walaupun sahabat yang tidak dikehendaki dan membahayakan, tetapi dia benar-benar sahabat. Kehi�langan sahabat dapat menjadi pengalaman emosional yang berkisar pada kesedihan.

Walaupun ini terasa sebagai kecanduan yang jasmaniah, dorongan untuk merokok bukanlah dorongan jasmaniah. Ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa biasanya diperlukan waktu selama tujuh puluh dua jam bagi nikotin untuk meninggalkan tubuh anda. Setelah itu sumber dorongan satu-satunya untuk merokok adalah kepala anda. Anda merokok karena pada tingkat bawah sadar, anda yakin bahwa merokok memberikan sesuatu pada anda.

Ketika kita mewawancara seorang pasien baru yang merokok, mereka akan berkisah bahwa dahulu mereka telah berhenti merokok tetapi mereka tidak menghilangkan keinginan merokok dari pikirannya, apapun metode berhenti merokok yang mereka pilih, termasuk permen karet rasa nikotin, akupunktur, ramu-ramuan dan terapi aroma, walaupun mereka secara fisik menahan diri untuk tidak merokok, mereka tetap ingin merokok.

Kemudian, disebabkan tekanan mental, akhirnya mereka menyerah dan mulai merokok lagi, bahkan setelah bertahun-tahun tidak lagi merokok, sekali mereka menyalakan rokoknya yang pertama, mereka kembali akan terperangkap dalam kebiasaan merokok lagi.

Anda dapat kecanduan apa saja karena merasakan manfaat zat atau kebiasaan itu. Misalnya, ada orang yang kecanduan judi ataupun kecanduan komputer. Itu sama saja. Tak ada zat tertentu dalam kecanduan judi atau komputer. Dorongan untuk berjudi persis sama dengan keinginan untuk merokok.

Ketika anda masih sangat muda, untuk alasan tertentu anda mulai merokok. Kebanya�kan dari kita memulainya pada saat remaja, karena ingin nampak “macho” dan kelihatan dewasa. Pada saat itu mungkin ada gunanya bagi anda dan bahkan saat inipun anda beranggapan itu masih memberikan manfaat bagi anda.

Orang akan berkata : “Merokok membuat saya rileks”. Penelitian menunjukkan bahwa tepat kebalikannya yang sebenarnya terjadi. Merokok hanya akan menambah tingkat perasaan tertekan, tubuh anda harus melawan racun dan zat kimia yang anda hirup sehingga merangsang kelenjar adrenal anda melakukan itu. (Ini adalah suara mendengung yang kadang anda dengar terutama bila untuk sesaat anda tidak merokok). Kelenjar adrenal meningkatkan denyut jantung anda dan mengkerutkan pembuluh darah anda untuk menghindari gangguan racun nikotin.

Yang membuat berhenti merokok menjadi demikian sulit adalah karena anda telah belajar merokok, memang benar tak ada seorangpun memaksa anda belajar bagaimana cara merokok. Karena sekali anda mempelajari sesuatu, anda akan selalu tahu bagaimana cara melakukannya. Ingatlah beberapa tahun yang lalu ketika anda belajar naik sepeda? Walaupun sudah bertahun-tahun anda tidak lagi mengendarainya, anda tetap tahu caranya. Demikian pula halnya dengan merokok.

Pada masa lalu anda belajar merokok dan sekarang hal itu akan tetap menjadi bagian dari diri anda. Ketika anda berhenti merokok, anda tetap tahu bagaimana merokok. Kalau anda tidak pernah menyalakannya lagi, programnya akan terhenti, tetapi tidak pernah akan hilang. Bila pada sisi lain, setiap saat di masa mendatang anda menyalakan sebatang rokok lagi, program merokok yang lama itu akan digiatkan kembali dan sekali lagi anda akan terperangkap dalam kepulan asap rokok.

Bila anda pernah menyadari kalau anda tergoda lagi untuk merokok, bertanyalah pada diri anda sendiri, apakah itu sebanding dengan akibatnya. Tanpa mempedulikan sudah berapa lama anda berhenti merokok, kalau anda menyalakannya lagi, anda akan mulai merokok lagi, sama seperti kalau anda tidak pernah berhenti merokok! Segera sesudahnya sekali lagi anda akan menceburkan diri anda sendiri untuk mulai lagi merokok dan sekali lagi ingin berhenti merokok. Kemudian anda harus sekali lagi menghadapi masalah yang sama dalam usaha anda berhenti merokok seperti yang sedang anda hadapi sekarang ini. Kalau anda sudah berkali-kali berusaha berhenti merokok, anda akan tahu bahwa ini memang benar.

Khususnya bila sesuatu yang menegangkan terjadi, anda diluar kebiasaan cenderung mengambil sebatang rokok. Itulah yang mungkin akan terjadi kalau sebelumnya anda pernah mulai merokok lagi. Ingatlah kembali, apakah rokok dapat membuat segala sesuatu menjadi lebih baik atau dapat memecahkan masalah anda? Tidak bukan? Tetapi anda mengambil sebatang rokok karena program lama anda. Merokok tidak dapat memecahkan masalah apapun, maka sekali anda telah berhenti merokok, tanganilah masalahnya sebagai orang yang tidak merokok. Kalau suatu saat anda menyulut rokok lagi setelah anda berhenti merokok, anda telah berhenti menjadi bukan perokok dan sekali lagi menjadi perokok.

Mungkin merokok ada manfaatnya juga bagi anda. Anda telah belajar bahwa menyulut rokok akan memberi anda waktu jedah sesaat dari apapun yang anda lakukan. Ini akan memberikan alasan untuk istirahat dan berhenti selama beberapa menit. Tidak ada yang dapat diterima oleh pimpinan perusahaan selain “perlunya” istirahat sebentar untuk merokok selain pergi kekamar kecil. Mudah-mudahan anda tidak lagi memerlukan alasan untuk istirahat sebentar.

Rahasia Sukses

Akan lebih mudah berhenti merokok kalau anda telah siap. Merokok lebih merupakan kecanduan psikologis daripada fisik, walaupun nampaknya lebih terasa secara fisik. Itulah sebabnya hipnotis dapat begitu berhasil dalam mengubah kebiasaan tertentu dalam kurun waktu 300 tahun ini. Tanpa menghiraukan metoda yang anda pilih, usulan dibawah ini akan membuat proses berhenti merokok menjadi sangat mudah.

Secara psikologis, hal pertama yang harus dihentikan adalah “berhenti mencoba”. Kata “mencoba” mengesankan kegagalan. Mari kita umpamakan akal budi anda sebuah komputer. Komputer kalau tidak menyala, tentu mati. Dia menjalankan tugas atau tidak melakukan apapun, tidak mungkin sebuah komputer “mencoba” melakukan pekerjaan apapun, komputer biologis anda bekerja dengan cara yang sama kecuali kalau anda menyuruhnya untuk “mencoba” sesuatu, maka dia akan bingung dan tidak melakukan apapun. Kalau anda berharap berhenti merokok, anda harus berhenti mencoba, buatlah akal budi anda menjadi bukan perokok (memang cukup adil menggunakan alat apa saja yang dapat membuatnya menjadi lebih mudah bagi anda).

Yang kedua, buanglah kata-kata negatif, seperti : jangan, tidak mau, tidak bisa atau tidak akan dari perbendaharaan kata anda. Akal budi anda adalah komputer biologis dan hanya bekerja dengan pikiran yang anda sodorkan kepadanya. Komputer biologis anda tidak mampu memproses kata-kata negatif. Kalau sekarang ini saya katakan kepada anda bahwa anda tidak akan memperoleh rokok, apa yang anda inginkan? Tentu saja rokok. Kalau anda berkata kepada diri anda sendiri “saya tidak mau merokok” Apa yang anda pikirkan? Tentu saja merokok. Bagaimana kalau saya berkata: “Anda seharusnya tidak merokok ketika duduk didepan komputer” apa yang ingin anda lakukan? Benar, anda malah ingin merokok. Kalau anda seperti kebanyakan perokok, anda mungkin akan menyulut sebatang pada beberapa menit terakhir atau anda merencanakan untuk menyulutnya ketika anda membaca tulisan ini. Pikiran untuk merokok itulah yang menyebabkan anda merokok, bukan nikotinnya.

Maka setiap kali anda berkata pada diri anda sendiri “Saya tidak boleh mengisap rokok” atau ”Saya tidak akan merokok” atau “dokter mengatakan bahwa seharusnya saya tidak merokok” maka anda sedang membawa diri anda menuju kegagalan. Itu karena komputer biologis anda tidak dapat memproses kata-kata negatif tanpa menghasilkan sebuah gambar di benak anda. Gambar dari sesuatu yang tidak anda inginkan.

Gambar atau pikiran yang anda hasilkan ketika anda menggunakan kata-kata negatif itu, menyebabkan anda lebih memikirkan rokok sampai akhirnya anda harus menghentikan penyiksaan ini dengan menyulut rokok.

Telitilah ini dan nikmatilah kegembiraan dalam kehidupan anda sehari-hari. Apa yang terjadi bila anda diberitahu atau berpikir “jangan minum alkohol sambil mengemudi” atau “kamu jangan makan yang manis-manis” atau “saya tidak memperoleh susu”? Apakah pernyataan-pernyataan ini meningkatkan keinginan anda akan apa yang seharusnya tidak diperbolehkan? Tentu saja demikian. Lihat, dengarkan dan pelajari bagaimana perkataan ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikan bagaimana anda dan mereka yang ada diseputar anda berreaksi ketika orang mengatakan jangan, tidak mau, tidak dapat atau tidak boleh. Anda akan segera menyaksikan bahwa memusatkan perhatian pada apa yang anda kehendaki bukannya pada apa yang tidak anda inginkan akan membuat perbedaan yang besar dalam setiap bagian kehidupan ini.

Rahasia keberhasilannya adalah pada pemusatan perhatian pada apa yang anda inginkan, bukannya pada apa yang tidak anda inginkan. Dalam kasus ini, apa yang anda inginkan? Anda ingin berhenti merokok!

Selama pikiran anda ingin menjadi orang yang tidak merokok, anda akan menjadi perokok karena itulah gambar yang ditampilkan komputer anda.

Petunjuk lainnya :

Minumlah air putih sebanyak-banyaknya terutama pada 72 jam pertama anda tidak merokok, ini akan membantu anda membersihkan nikotin dari tubuh anda, lagi pula, ini akan membuat anda melakukan sesuatu, selain mengunyah cemilan, tarik napas panjang berulang-ulang selama anda menjalankan hari-hari anda, terutama pada saat biasanya anda merokok. Menarik napas dalam-dalam akan membantu membersihkan sistem anda dari stress saat itu.

Pergunakan pernyataan yang kuat, seperti : “Lupakan saja, mulai saat ini lupakanlah” atau ”Lupakan, aku bukan perokok”, setiap kali pikiran untuk merokok muncul. Anda akan kagum karena begitu cepatnya dorongan itu lenyap dan anda tetap dapat menahan diri. Tidak seorangpun dapat membuat anda berhenti merokok, itu adalah pilihan yang anda punyai hari ini dan hari-hari berikutnya. Kalau anda benar-benar termotivasi dan sudah lelah dari semua kenegatifan merokok maka anda akan berhasil.

Ada berbagai cara berhenti merokok, mungkin anda akan terbantu dengan mengunyah permen karet, tetapi hasilnya tidak akan spektakuler. Kurang dari 20% orang yang berhenti merokok menggunakan pengganti nikotin mereka, itu tidak menyentuh masalah kecanduan psikologis. Akupunktur agaknya dapat membantu mengurangi ketagihan, tetapi lagi-lagi bila tidak sesuatupun yang lain dilakukan untuk membantu anda berhenti memikirkan rokok, nampaknya keberhasilannya hanya sementara saja.

Peringatan!
Dunia medis menyatakan bahwa rokok menyebabkan gangguan jantung dan paru-paru! Apakah hari ini atau bulan ini merupakan saat anda berhenti merokok?
Sekali anda berhenti merokok, lihatlah tabel dibawah ini, dapat anda lihat berapa banyak uang untuk membeli rokok yang dapat anda hemat, apa lagi kalau uang itu anda tabung di bank, dan kemudian anda perhitungkan juga bunganya.

Tabel di bawah ini berdasarkan jumlah bungkus rokok yang biasa anda isap perhari dengan harga rata-rata Rp. 8.000,- per bungkus. (tidak termasuk perhitungan bunga)


Fakta mengenai tembakau

* Lebih dari 50% perokok mulai merokok pada umur 14 tahun dan 90% mulai sejak berumur 19 tahun, umur rata-rata pertama kali merokok saat ini adalah 11-15 tahun.
* Nikotin, zat yang terkandung dalam tembakau, membuat orang menjadi kecanduan sama seperti heroin dan cocaine.
* Industri rokok menjual produknya senilai 1.26 milyard Dollar setahun kepada anak berusia dibawah 18 tahun, lebih dari satu milyard bungkus rokok dan 26 milyard tembakau kalengan.
* Kembakau kunyah (susur) dan tembakau isap dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan.
* Ketika tingkat perokok dewasa turun 19% pada tahun 1993 menjadi 17% pada tahun 1995, tingkat perokok remaja meningkat dari 9% menjadi 12%

Kita semua tahu betapa merusaknya tembakau bagi kesehatan anda dan orang lain.

Ketika seorang perokok berhenti merokok :

20 menit setelah menghabiskan rokok yang terakhir, tubuh mulai melakukan serangkaian perubahan yang terus berlangsung selama bertahun-tahun. Apa yang terjadi selanjutnya?

20 menit
tekanan darah turun menuju normal, suhu tangan dan kaki meningkat menuju normal, denyut nadi turun menuju normal

8 jam
Tingkat karbon monoksida (CO) dalam darah turun menuju normal, kadar oksigen dalam darah meningkat menuju normal.

24 jam
Kemungkinan serangan jantung berkurang.

48 jam
Ujung-ujung syaraf tumbuh kembali, kemampuan penciuman dan pengecap meningkat

2 minggu sampai 3 bulan
Sirkulasi meningkat, berjalan/melangkah menjadi lebih mudah, fungsi paru-paru meningkat sampai 30%

1 sampai 9 bulan
Batuk, peradangan sinus, kelelahan, napas pendek berkurang. Gilia (bulu getar) tumbuh kembali di paru-paru, meningkatkan kemampuan menangani lendir, membersihkan paru-paru dan mengurangi infeksi. Secara menyeluruh energi tubuh meningkat.

1 Tahun
Risiko penyakit jantung berkurang sampai separuh dibanding dengan perokok.

5 Tahun
Tingkat kematian akibat kanker paru-paru dibandingkan rata-rata perokok (satu bungkus per hari) berkurang sampai hampir separuh. Risiko stroke bagi yang sudah berhenti merokok selama 5-15 tahun juga turun sampai separuh. Risiko kanker mulut, tenggorokan dan esofagus hanya separuh dari perokok.

10 tahun
Tingkat kematian akibat kanker paru-paru sama seperti yang tidak merokok. Risiko menderita kanker mulut, tenggorokan, esofagus, kandung kemih, ginjal dan pankreas menurun

15 tahun
Risiko menderita penyakit jantung koroner sama seperti pada bukan perokok.

Strategi dasar

* Tetaplah berpikir positif ketika anda bangun dari tidur, berjanjilah pada diri sendiri bahwa hari ini anda tidak akan merokok
* Bayangkan anda berhasil, rencanakan dimuka dan pikirkan bagaimana anda mengatasi situasi tegang tanpa perlu merokok.
* Tarik napas dalam-dalam beberapa kali, latihan relaksasi akan membantu menghilangkan dorongan untuk merokok.
* Ingat bahwa dorongan merokok sifatnya sementara saja, tetaplah aktif, senam, berenang, lari, bulutangkis atau tennis sangat membantu melepaskan ketegangan dan dorongan merokok Anda.

Baiklah sekian tulisan saya tentang Bagaimana Cara Berhenti Merokok !! Terima Kasih sudah membaca.

Selasa, 22 Juni 2010

7 Keajaiban Air Mata Bagi Diri Anda


Jangan sekali saja anda katakan menangis tidak ada gunanya ? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?

 




Ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.

1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Nah, ini dia yang harus anda tahu. Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.


"Menangis adalah Suatu Titik Puncak dari keadaan emosi yang apabila sudah meledak emosi sedih/kecewa/marah maka keadaan emosi itu akan menjadi stabil kembali karena sudah melewati titik puncak yang selama ini sedang menuju puncak emosi atau sudah lama tertahan. Maka lepaslah semua emosi yang memuncak itu dengan diakhiri oleh tangisan pada diri kita sendiri" Qoute : Imam Asseyka Zega.


4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.
 

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.
 

6. Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.
 

7. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.
Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.
 

"Saran saya sesekali anda perlu menangis untuk membersihkan jiwa, karena itu akan membuat anda lebih baik cobalah" Qoute : Imam Asseyka Zega

Oleh Imam Asseyka Zega