Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Juli 2011
Lima Kebiasaan Orang Hidup Bahagia
Kebahagiaan tidak datang begitu saja. Tapi Anda yang menciptakan kebahagiaan itu. Apa saja kebiasaan orang bahagia?
Berinteraksi
Penelitian membuktikan bahwa interaksi dengan manusia lain memberi dampak positif dalam hidup. Entah itu hubungan percintaan atau mengobrol santai dengan pak pos yang mampir di pagi hari, pasti akan membangkitkan mood Anda.Bayangkan saat Anda stres dan tidak ada orang lain untuk berbagi, tidak enak bukan?
Bersyukur
Selalu bersyukur atas apa yang Anda miliki. Untuk hal yang besar, seperti keluarga yang mencintai, atau karier, hingga hal terkecil, misalnya dapat minum segelas cokelat hangat hari ini.
Membiasakan diri untuk bersyukur membuat Anda kaya hati dan tidak dipusingkan oleh hal yang tidak Anda miliki.
Bangkitkan Semangat
Jangan lelah mencari apa yang paling Anda gemari dalam hidup. Walau pekerjaan saat ini bukan minat Anda, bukan berarti Anda tidak dapat mengobarkan semangat hidup.
Minimal Anda sudah mandiri, tinggal bagaimana memanfaatkan apa yang Anda punya sekarang untuk menggapai minat Anda.
Tidak Konsumtif
Kita hidup dalam kultur konsumtif. Saat sedih, banyak yang menganjurkan agar memanjakan diri dengan membeli apa yang Anda mau. Tapi apa benar saat Anda galau bisa membedakan apa yang Anda ingin dan apa yang dibutuhkan? Alih-alih hati membaik malah semakin kacau melihat tagihan kartu kredit yang menggelembung.
Paksa diri Anda hidup sederhana dan tidak mudah silau dengan prestise suatu barang. Hidup Anda lebih ringan karena memang tidak ada beban.
Nikmati Hal Sederhana
Matahari terbit, hamparan rumput hijau, semilir angin pantai, atau dengkuran kucing tersayang. Menikmati hal sederhana membuat jiwa sesak dengan kebahagiaan.
Anda tidak perlu lagi bayangan mobil baru, atau sepatu terbaru Jimmy Choo.
Selasa, 13 Juli 2010
Melatih Sikap Mental dan Pola Pikir Yang Positif
Kali ini saya menuliskan apa yang ada di benak saya malam ini, tanpa pikir panjang langsung saya ketik di software windows live writter, walaupun saya sedang tidak online saya dapat menulis artikel di laptop zyrex saya ( Cinta Indonesia soalnya heheheheh ). Baiklah kita akan membahas bagaimana melatih sikap mental dan pola pikir yang positif.
Seseorang akan dapat merubah dunia ini jika ia mampu mengubah dirinya sendiri. Untuk dapat menciptakan budaya yang sehat dan positif di dalam lingkungan sekitar kita, maka diri kita juga dituntut untuk bersikap lebih positif. Jadi setiap perubahan mestinya dimulai dari dalam diri kita sendiri, dan yang pertama kali harus diubah adalah pola berpikir kita. Sikap dan pola berpikir sangat erat kaitannya.
Dr. William James, Father of America psychology, mengatakan : “We can alter our lives by altering our altitudes – Manusia dapat mengubah kehidupannya dengan mengubah sikap dan cara berpikirnya.” Orang yang terbiasa berpikir positif selalu menemukan solusi-solusi cerdas. Sebab pikiran yang positif dapat bekerja secara sederhana, mencari ide dan segala kemungkinan yang berhasil.
Contohnya tentang sebuah kisah antara seorang ayah dan anak :
Suatu hari sang ayah sengaja membawa pekerjaan kantor ke rumah supaya semua tugas pekerjaan dapat segera dituntaskan. Tetapi sesampainya di rumah, anaknya merengek terus mengajaknya bermain. Sang ayah keberatan memenuhi permintaan anaknya, maka dicarilah akal supaya anaknya diam dan ia mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Pada saat itu, ia melihat sebuah majalah yang memuat peta dunia. Muncullah ide untuk menggunting peta dunia tersebut menjadi beberapa bagian. Setelah itu, sang ayah memberikan potongan-potongan peta dunia itu kepada anaknya seraya berkata, “Nak, kalau kamu sudah selesai menyatukan potongan-potongan kertas ini, maka ayah akan menemanimu bermain.”
Sang ayah berpikir bahwa pekerjaan menyatukan potongan peta dunia itu akan sulit sekali dan memakan waktu sekurang-kurangnya 30 menit. Sehingga ia dapat leluasa menggunakan jeda waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaannya. (inilah salah satu sifat saya jika sedang sibuk dan tiba-tiba dapat permintaan dari teman atau keponakan saya muhammad nafis syahreza.
Tetapi tidak lama kemudian, sekitar 5 menit, sang anak sudah kembali kepada ayahnya sambil memberikan potongan-potongan peta dunia yang telah disatukan. Sang ayah tercengang, “Hah, mana mungkin anak sekecil ini sudah tahu dimana letak America, Afrika. Dan Eropa, Aneh sekali?” Karena potongan peta itu benar-benar terletak pas pada posisi yang seharusnya.
Maka dengan penuh keheranan sang ayah bertanya kepada anaknya : “Bagaimana kamu bisa melakukannya ?” Keheranan sang ayah terjawab, tatkala anak itu berkata, “Tidak sulit, Ayah, menggabungkan potongan-potongan kertas itu. Karena dibalik gambar peta itu ada gambar kepala manusia. Jadi saya benarkan saja kepala manusianya, maka benarlah gambar dunia ini.”
Anak kecil itu sanggup menyelesaikan soal yang sulit sebab ia berpikir secara sederhana saja. Tidak ada prasangka, keinginan untuk dipuji, kebencian dan pikiran negatif lain yang mempengaruhi anak tersebut. Ternyata begitu mudah menemukan solusi cerdas yang mempermudah kehidupan kita dengan berpikir positif.
Jadi apa salahnya kita menerima setiap kenyataan apa adanya, dan memandang sisi positif untuk menemukan solusi cerdas berikutnya. Tanyakan pula, apa ruginya berpikir positif, dan apa untungnya selalu berpikir negatif?
Sama sekali tidak ada keuntungan bila kita hanya memikirkan sisi negatif dari setiap kenyataan yang harus kita terima. Yang ada hanyalah belenggu, yang menyebabkan kita tidak tenang bekerja dan menghambat kemajuan. Dengan berpikir positif maka kita akan menemukan banyak sekali jalan keluar. Sebaliknya, bila kita berpikir negatif maka kita akan selalu menemukan halangan.
John Wooden, mantan pelatih basket UCLA, menegaskan,“Segalanya ternyata paling baik bagi orang-orang yang memetik manfaat dari bagaimana segalanya terjadi.” So Be Positive Kawan !
Kekuatan Sebuah Pilihan
Dalam hidup kita, seringkali ada perbedaan yang mencolok di antara satu dengan yang lain. Ada orang yang sangat sukses, ada yang rata-rata, dan ada juga yang gagal. Lantas apa yang membedakannya ?
Beberapa hari yang lalu, saya menanyakan satu pertanyaan kepada teman-teman di Facebook : “Apa yang membedakan orang yang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan dengan orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan ? Apakah orang yang penghasilan 100 Juta perbulan mempunyai kepintaran 100 kali lipat dibandingkan dengan yang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan ?? Langsung saya mendapatkan banyak tanggapan dan komentar dari teman-teman.
Dalam artikel ini, saya ingin sharing apa yang disampaikan oleh teman-teman di facebook, begitu juga tanggapan dari beberapa peserta dalam seminar saya. Jawaban yang paling sering dilontarkan adalah bahwa : 1Orang yang penghasilan 100 juta lebih kerja keras dan rajin dari pada yang 1 juta. 2Lebih berani ambil resiko dan selalu take action. 3Orang yang punya penghasilan 1 juta tidak berani untuk bermimpi, tidak melakukan secara maksimal, belum apa-apa selalu negative duluan... menganggap 100 juta itu impossible dan hanya mengganggap orang-orang yang berilmu tinggi yang sanggup mendapatkan penghasilan 100 juta. alias minder. 4Orang yang 100 juta mempunyai sistem yang bekerja untuk mereka alias lebih bijak. 5Orang yang 100 jt mempunyai impian dan target yang jauh lebih besar alias ukuran impian mereka. 6Tempat dimana mereka bekerja atau alat yang dipakai. 7Sistem kepercayaan/ keyakinan mereka. 8Kemampuan melihat peluang dan selalu melakukan yang terbaik. 9Kemampuan memimpin/delegasi tugas. 10Orang yang 100 juta lebih positif thingking dan selalu mencari kesempatan disetiap tantangan yang dihadapi. 11Faktor keberuntungan/nasibnya lebih baik. 12Mempunyai tujuan yang jelas untuk apa setelah mendapatkan 100 jt, sehingga passion nya lebih besar. 13Lebih banyak melayani dan selalu membuat orang lain senang. 14Cara kerja dan prosesnya berbeda. 15Knowledge dan informasinya lebih lengkap/ karena tau caranya. 16Dan banyak sekali factor lainnya.
Semua jawaban diatas ini adalah benar dan merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan antara orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan dengan yang penghasilan 1 juta. Tetapi kurang tepat karena masih ada satu faktor yang paling penting atau kita sebut kunci utamanya. Karena kebanyakan kita sudah tahu jawaban diatas, tetapi hidup kita tidak berubah, dan tetap biasa-biasa saja. Jawaban-jawaban diatas ibaratnya adalah mutiara-mutiara/batu diamond yang berceceran di lantai, dimana masih kurang satu faktor terpenting yang bisa membuat batu-batu diamond itu menjadi sangat berharga yaitu talinya. Jika mutiara-mutiara itu kita satukan dan rangkakan dengan talinya, maka akan menjadi sebuah kalung diamond yang begitu indah dan bernilai tinggi. Begitu juga dalam hidup kita dan faktor terpenting itu adalah PILIHAN Anda ! Yes.. Pilihan Andalah yang menentukan segalanya.
Apakah jawabannya adalah sesederhana ini, saya sering mendapat respon dari teman-teman dan peserta seminar: “ masa perbedaannya adalah pada pilihan kita, kalo gitu saya pasti mau pilih 100 juta dong..” Ya Betul.. tapi pertanyaannya adalah : “Apakah selama ini Anda sudah buat pilihan/keputusan dalam hidup Anda untuk menjadi orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan?” dan jawabannya Anda tau sendiri…
Pembaca yang budiman,
Dalam hidup kita yang hanya 1 kali ini saja, buatlah pilihan yang berharga dalam hidup Anda. Anda pantas untuk hidup jauh lebih sukses dan lebih baik dari hari ini, sesuai ilustrasi diatas, Anda juga berhak untuk mempunyai penghasilan 100 juta perbulan atau 100 kali lipat dari penghasilan Anda sekarang. Sekarang Anda sudah tau rahasiany adalah pilihan Anda, so beranilah untuk buat pilihan, karena ketika Anda membuat pilihan, maka Anda akan sadar bahwa harus melakukan dengan cara yang berbeda, Anda akan lebih rajin dan lebih smart dalam memilih alat, jika Anda focus pada hasil 100 kali lipat dari sekarang, Anda pasti mulai mencari segala faktor dan strategi yang mendukung Anda untuk mencapainya. Bertanyalah kepada diri Anda sendiri ; Apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya pelajari, siapa yang bisa membantu saya, mungkin saya harus pakai alat/kendaraan apa, sistem apa yang saya bisa pakai supaya bisa melipatgandakan hasil saya. Mulailah sebuah pencarian dan petualangan baru, yang pasti setelah Anda sudah membuat pilihan, maka hidup Anda mulai berubah !
Selamat mencoba, dan saya doakan semoga Anda menempuh sebuah perjalanan yang hebat luar biasa dan segera memiliki kehidupan yang jauh lebih Sukses, Sehat, Kaya & Bahagia !
Bagaimana Cara Pandang Kita Pada Beban Hidup
Baiklah langsung saja kita membahas bagaimana cara pandang kita terhadap beban hidup.
Dalam menjalani rutinitas hidup kita sehari-hari, ada banyak tugas yang harus kita selesaikan, tantangan yang harus kita hadapi, dan sering kali kita menganggap itu sebagai beban hidup kita, lantas bagaimana kita harus menyikapinya dan menjalankannya, sehingga tetap bisa menikmati hidup yang hanya satu kali ini saja.. Simak cerita singkat saya berikut ini.
Para siswa menjawab mulai dari 200gr sampai 500gr. Saya pun menjawab “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. benar tidak ?”
“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan/aktifitas Anda hari ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Semoga cerita singkat ini bisa memberikan inspirasi buat kita semua untuk bisa lebih menikmati hidup, bersyukur, dan lebih produktif setiap hari amin.
Dalam menjalani rutinitas hidup kita sehari-hari, ada banyak tugas yang harus kita selesaikan, tantangan yang harus kita hadapi, dan sering kali kita menganggap itu sebagai beban hidup kita, lantas bagaimana kita harus menyikapinya dan menjalankannya, sehingga tetap bisa menikmati hidup yang hanya satu kali ini saja.. Simak cerita singkat saya berikut ini.
"Cara Pandang terhadap Beban Hidup"
Bukan beban berat yang membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.Saat saya memberikan seminar tentang Manajemen Stress, saya mengangkat segelas air dan bertanya kepada para peserta : “Seberapa berat menurut Anda kira-kira segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200gr sampai 500gr. Saya pun menjawab “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. benar tidak ?”
“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan/aktifitas Anda hari ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Sahabat saya, Hidup ini singkat, jadi belajarlah untuk menikmatinya dan memanfaatkannya dengan baik. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tidak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Semoga cerita singkat ini bisa memberikan inspirasi buat kita semua untuk bisa lebih menikmati hidup, bersyukur, dan lebih produktif setiap hari amin.
Senin, 05 Juli 2010
Kelemahan Atau Kekuatan?
Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo.
Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik.
Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya. Lantas ia menemui sang guru; “Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”. Gurunya hanya menjawab singkat “Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan” Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb.
Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis & minder, ia menuruti permintaan sang guru & mereka berangkat ke ibukota.
Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan & mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan.
Dalam perjalanan pulang, sembari membahas & mengevaluasi pertarungannya, sang anak bertanya kembali , “Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?”
Sang Sensei tersenyum & berkata;
“Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan & kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik & jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan & kelemahannya dan akhirnya memilih teknik & jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yg memanfaatkan kekuatanya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan”.
“Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus & teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu”.
Teman, kadang kita berpikir bahwa kekurangan kita merupakan hukuman, kutukan dan kita menyesalinya. Orang-orang yg memahami kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal-hal yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah orang-orang yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan juga berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.
Minggu, 04 Juli 2010
Apapun yang Terjadi, Selalu Bersyukur
Apakah hari ini kita sudah bersyukur? Rasa syukur bisa dimulai sejak kita membuka mata di saat bangun dari tidur semalam. Rasa syukur yang sederhana namun penting adalah karena kita masih bisa membuka mata kita kembali dan mengetahui kita masih hidup, bukan?
Andaikan mata kita terpejam selamanya dan jantung ini berhenti berdetak saat kita tertidur, maka tentu kita tidak bisa menemui satu lagi kehidupan di hari baru ini.
Jika kita belum bersyukur, atau mungkin masih perlu alasan untuk bisa bersyukur, semoga kita bisa belajar dari cerita bijak karya Andrie Wongso berikut, yang mampir di inbox saya beberapa waktu yang lalu.
Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja, memiliki kegemaran berburu. Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan.Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam. Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya. Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.
Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata:
“Baginda, apa pun yang terjadi patut disyukuri”.
Mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar.
“Kurang ajar! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur…!”
Lalu raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.
Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikan kegemarannya berburu. Suatu hari, raja bersama penasehatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehatnya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa.
Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehatnya dimandikan. Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa. Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Dan penasehat barulah yang dijadikan persembahan kepada para dewa.
Dengan susah payah akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali ke istana. Setibanya diistana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.
“Penasehat ku, aku berterimakasih kepadamu. Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur.
Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat…”
Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap.
Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru si penasehat berlutut sambil berkata:
“Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin
sekarang ini, sayalah yang menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif”.
Moral cerita ini :
Atau jika jatuh dari motor tadi dan menyebabkan patah tulang, ada lagi yang disyukuri : “Syukur Cuma patah tulang, masih bisa sembuh, lagipula di penabrak mau bertanggung-jawab dan mengganti biayanya. Coba kalau sampai meninggal…?”
Hmmm…. sebenarnya susah gak ya bersyukur itu?
Kalau menurut saya sebenarnya tidak susah, hanya saja terkadang kita lupa untuk bersyukur. Dan lebih sering kita memilih untuk menggerutu dan mengeluh dibanding bersyukur.
Yang paling melegakan dari pilihan kita untuk bersyukur, adalah bahwa bersyukur itu ternyata mendamaikan hati dan membahagiakan. Dan satu rasa syukur akan menambah terus alasan lain untuk selalu bersyukur.
Bagaimana, mau memilih untuk selalu bersyukur, kan?
Salam penuh rasa syukur
Andaikan mata kita terpejam selamanya dan jantung ini berhenti berdetak saat kita tertidur, maka tentu kita tidak bisa menemui satu lagi kehidupan di hari baru ini.
Jika kita belum bersyukur, atau mungkin masih perlu alasan untuk bisa bersyukur, semoga kita bisa belajar dari cerita bijak karya Andrie Wongso berikut, yang mampir di inbox saya beberapa waktu yang lalu.
Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja, memiliki kegemaran berburu. Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan.Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam. Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya. Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.
Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata:
“Baginda, apa pun yang terjadi patut disyukuri”.
Mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar.
“Kurang ajar! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur…!”
Lalu raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.
Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikan kegemarannya berburu. Suatu hari, raja bersama penasehatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehatnya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa.
Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehatnya dimandikan. Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa. Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Dan penasehat barulah yang dijadikan persembahan kepada para dewa.
Dengan susah payah akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali ke istana. Setibanya diistana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.
“Penasehat ku, aku berterimakasih kepadamu. Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur.
Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat…”
Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap.
Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru si penasehat berlutut sambil berkata:
“Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin
sekarang ini, sayalah yang menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif”.
Moral cerita ini :
- Apapun yang terjadi, bersyukurlah
- Selalu ada makna di balik peristiwa, dan maknailah dengan penuh rasa syukur. Dan lihatlah, kebahagiaan sejati akan datang menghampiri
- Orang bijak mengatakan: KEBAHAGIAAN DAN KEKAYAAN SEJATI ADA DI RASA BERSYUKUR
Atau jika jatuh dari motor tadi dan menyebabkan patah tulang, ada lagi yang disyukuri : “Syukur Cuma patah tulang, masih bisa sembuh, lagipula di penabrak mau bertanggung-jawab dan mengganti biayanya. Coba kalau sampai meninggal…?”
Hmmm…. sebenarnya susah gak ya bersyukur itu?
Kalau menurut saya sebenarnya tidak susah, hanya saja terkadang kita lupa untuk bersyukur. Dan lebih sering kita memilih untuk menggerutu dan mengeluh dibanding bersyukur.
Yang paling melegakan dari pilihan kita untuk bersyukur, adalah bahwa bersyukur itu ternyata mendamaikan hati dan membahagiakan. Dan satu rasa syukur akan menambah terus alasan lain untuk selalu bersyukur.
Bagaimana, mau memilih untuk selalu bersyukur, kan?
Salam penuh rasa syukur
Bersyukur
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, “Lulu, Lulu.”
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, “Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.”
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, “Lulu, Lulu”. “Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?” tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab, “Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan
kualitas hati yang tertinggi.
Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, “Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat,saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”
Berbahagia dan Membuat Bahagia
Seekor lebah kecil bertanya pada induknya, “Bagaimana cara membuat manusia bahagia?”
Induh lebah yang sudah banyak pengalaman dan bijak, mengatakan :
“Apapun yang kamu lakukan sesuai kata hatimu dan kamu rasa itu dapat menyenangkan manusia, perbuatlah itu dengan tulus. Terimalah tanpa bertanya serta berilah tanpa pamrih.”
Setelah mendengar jawaban induknya, lebah kecil terbang ke sebuah taman.
Lebah melihat bocah kecil yang sedang sendirian, kemudian dia ingin membahagiakannya. Lebah mengajak bocah kecil itu bercanda.
Lebah terbang mengelilingi bocah itu, mendekat dan menjauh.
Tanpa disangka…., bocah kecil itu menjerit ketakutan dan akhirnya menangis.
Lebah kebingungan, ia mencari induknya dan menanyakan mengapa caranya untuk membahagiakan, malah membuat bocah itu ketakutan dan menangis.
Induk lebah tersenyum, “Anakku, keinginanmu sudah mantap. Niatmu untuk membahagiakan yang lain sudah tulus.… tapi siapa yang ingin kamu bahagiakan itu?? Bocah itu manusia, setiap lebah yang mendekatinya, pasti disangka hendak menyengatnya.”
“Sampai kapan seorang manusia tidak mengira bahwa seekor lebah yang mendekatinya semata-mata hanya ingin menggigitnya?” tanya lebah kecil yang kecewa.
“Mungkin jika semua lebah di dunia ini bisa meyakinkan semua bocah yang ada. Dan hal ini nampaknya mustahil dilakukan”, jawab induk lebah.
“Mengapa untuk membahagiakan manusia begitu sulit? Padahal dengan membuat dia bahagia hal itu juga akan membuatku bahagia.”
Induk lebah berkata, “Sebenarnya tidak sulit. Hanya saja apa yang membuatmu bahagia belum tentu berarti bahagia bagi yang lain. Demikian pula yang sebenarnya menyakitkan hatimu malah dapat membahagiakan yang lain. Sekarang tinggal keputusanmu, ingin tetap membahagiakan yang lain, atau hanya ingin membahagiakan dirimu sendiri?”
Lebah kecil menjadi bingung. “Kalau begitu lebih baik aku tidak berkeinginan untuk membahagiakan yang lain, supaya aku tidak perlu berpikir panjang dan tidak dibuat pusing.”
“Itu keputusan yang paling sederhana. Tapi ingat, hanya orang lain yang bisa membuatmu merasakan kebahagiaan yang tidak bisa kamu dapatkan dari dirimu sendiri. Dan betapa kamu menyengsarakan dirimu sendiri dengan membunuh keinginanmu utuk membahagiakan orang lain. Masih ada banyak cara yang dapat kamu lakukan, meskipun awalnya menyedihkan, namun cobalah merasakan dan mengambil kebahagiaan dari yang lain untuk kamu rasakan juga.”
…. Lebah kecil akhirnya terbang kembali ke taman. Ia bergabung dengan kawan-kawannya untuk mengumpulkan dan menghasilkan madu. Madu yang mungkin tidak hanya membahagiakan bocah kecil itu.. tapi juga seisi keluarganya.
Demikianlah bila kita berkeinginan membahagiakan orang lain. Cara yang kita anggap paling baik untuk membahagiakan orang, belum tentu dapat diterima dan bisa jadi malah membuat kesengsaraan. Sebaliknya, yang sesungguhnya tidak menyenangkan bagi kita, bisa jadi membuat bahagia orang lain.
Apapun itu, tetaplah berkeinginan untuk membuat bahagia, dan tetaplah untuk berhagia.
Bahagia atau tidak bisa jadi hanya masalah respon dan ekspresi perasaan. Tapi keinginan untuk tetap membuat bahagia orang lain dan untuk berhagia atas segala peristiwa hidup kita adalah sebuah paradigma.
Rahasia Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
Manusia memiliki satu pikiran, dengan dua lingkup: pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Bedanya, pikiran sadar mampu menalar, membandingkan baik dan buruk, benar dan salah, positif dan negatif. Adapun pikiran bahwa sadar tidak menalar mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang benar dan mana yang salah. Dan pikiran bawah sadar, memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. ”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan,”
Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.
Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Saya beri contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidak berdayaan, ketidak mampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut. Jika anda masih belum percaya secara tidak langsung anda sudah membuat perasaan anda menjadi tidak enak sehingga menjadi sungkan untuk melakukan sesuatu yang ingin anda capai, simple tidak?
Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Saya beri contoh lagi, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.”Untuk menetralisir pikiran negatif itu, Saya sarankan agar kita menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.
Lalu, apa saja tujuan memberdayakan pikiran bawah sadar? Yang paling sederhana adalah untuk mengatasi sugesti rasa takut, cemas, dan sebagainya. Tujuan lain adalah untuk penyembuhan mental, bahkan untuk penyembuhan penyakit fisik. Bagaimana kalau untuk kekayaan? Pikiran bawah sadar bisa dimanfaatkan untuk meraih kekayaan! Bagaimana tekniknya?
Saat Anda hendak tidur di malam hari, Saya kembali menyarankan anda untuk mempraktikkan teknik: mengulangi kata-kata ”kekayaan” dengan tenang, santai dan penuh perasaan. Dalam kaitan ini, saya menekankan antara lain: Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar harus sepakat untuk menegaskan gagasan dominan tentang kekayaan, bukan kemiskinan.
Lalu, apa pendapatnya tentang kerja keras untuk memperoleh kekayaan. Saya berpendapat bahwa mencoba mengumpulkan kekayaan dengan cucuran keringat dan kerja membanting tulang adalah salah satu cara untuk menjadi orang terkaya dalam kubur.
Teknik lain melatih pikiran bawah sadar adalah memaafkan, yang penting untuk penyembuhan. Jengkel bahkan sampai mengutuk orang lain apalagi memusuhinya bisa menimbulkan berbagai penyakit coba saya tanya kepada anda apa untungnya bagi diri anda membenci orang lain apalagi orang yang anda benci sampai tahua anda tidak sukapadanya malah makin merusak hubungan benar bukan ? saya sering mengulang kalimat ini kepada teman saya rahmat kurnia lubis". Teknik memaafkan yang saya uraikan adalah sebagai berikut: Tenangkan pikiran, bersikap rileks, dan biarkan semua terjadi. Lalu, katakan, ”Saya bebaskan setiap orang dan semua orang yang pernah menyakiti hatiku, dan saya berdoa minta kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan segala berkah hidup bagi setiap orang.”
Bailah sekian tulisan saya kali ini tentang Rahasia kekuatan bawah sadar.
Oleh : Imam Asseyka Zega (imam kurniawan ritonga) " Rahasia Kekuatan Bawah Sadar "
Oleh : Imam Asseyka Zega (imam kurniawan ritonga) " Rahasia Kekuatan Bawah Sadar "
Sabtu, 26 Juni 2010
Perasaan sang ayah
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama/Ibunya.
Lalu bagaimana dengan Papa/ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang :
“Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”.
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas :
“Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata:
“Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..
Thank's to my daddy Dr. H. Mistar Ritonga Sp.F
Thank's to My Mommy Dr. H. Sri Rahmawaty
Thank's to my Sister Dr. Eka Purnama Dewi Ritonga Sp.OG
Thank's to my Sister Dr. Anggraini Ritonga Sp.P
Thank's to My Brother Tosip Tanjung ST
Thank's to my brother Dr. Salamullah Sp.B
My Lovely nephew Muhammad Nafis Syahreza Tanjung
My Lovely nephew Meisya Azalea Nadira
Setelah selesai menuliskan perasaan saya di tulisan ini saya sangat berbahagia dan tersanjung begitu sayangnya keluarga kepada saya dan begitu baiknya tuhan Allah S.W.T kepada keluarga kami. Semoga keluarga kami selalu deiberkahi oleh-nya aminn.
Oleh : Imam Asseyka Zega (imam kurniawan ritonga) " Perasaan Sang Ayah "
Thomas Alva Edison: “Memandang Positif Segala Hal”
“Jenius adalah 1 persen ide cemerlang dan 99 persen kerja keras”
Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia, menemukan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan. Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Keduanya merupakan keturunan Belanda. Pada usia 7 tahun, edison kecil pindah ke kota Port Huron, Michigan dan bersekolah di Port Huron. Namun tidak lama, 3 bulan kemudian ia dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “Dia terlalu bodoh” sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya.Sang ibu, Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan kemudian berkonsentrasi mengajari Edison baca tulis dan hitung menghitung.
Quote:
“My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Begitulah perkataan Edison kecil yang menunjukkan motivasi dalam diri Edison yang cukup kuat dalam belajar. Setelah dia bisa membaca, Edison jadi gemar membaca, ia membaca apa saja yang dapat dijumpainya ia membaca ensiklopedia, Sejarah Inggris, Kamus IPA karangan Ure, Principia karangan Newton dan juga Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker. kegemarannya yang menonjol adalah membaca berpikir dan berkeksperimen.
Pada umur 12 Tahun Edison menjadi penjual koran, permen, kacang dan kue di kereta api, sama seperti penjual asongan yang sering kita temui di kereta api ekonomi di Indonesia. Keuntungan dari berdagang itu sebagiannya dia berikan kepada orang tuanya dan sebagiannya dia simpan sebagai modal. Di dalam kereta api, ia menerbitkan koran Weekly Herald sembari mengadakan eksperimen di salah satu gerbong kereta api, setelah sebelumnya meinta ijin perusahaan kereta api “Grand Trunk Railway”.
Pada suatu malam Edison tidak sengaja menumpahkan sebuah cairan kimia sehingga menyebabkan sebuah gerbong hampir terbakar. Karena kasus ini Edison ditampat kondektur hingga pendengarannya rusak, kemudian dia dilarang bekerja di kereta api. Namun Edison tidak menganggap pendengarannya yang rusak sebagai cacat, namun justru dia menganggapnya secara positif sebagai sebuah keuntungan sehingga ia memiliki lebih banyak waktu untuk berfikir daripada mendengarkan omongan – omongan kosong.
Pada usia 15 tahun Edison remaja menyelamatkan nyawa anak kepala stasiun yang hampir tergilas gerbong kereta api. Karena merasa berhutang jasa, sang kepala stasiun tersebut akhirnya mengajarkan cara pengiriman telegram, Edison hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk menguasai pelajaran gratis tersebut. Sesudah itu, ia mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf.
Penemuan pertama yang dia patenkan adalah electric vote recorder, namun karena tidak laku, Edison akhirnya beralih ke penemuan yang lebih komersial. Edison kemudian menemukan stock ticker atau mesin telegraf. Peralatan itu dijualnya dan laku 40.000 dollar Amerika serikat (Sekitar 390 juta rupiah). Edison hampir – hampir pingsan melihat uang sebanyak itu. Uang ini dipakai Edison untuk mendirikan pabrik di Newark dan merekrut 300 orang pekerja sekaligus, disini ia mengembangkan telegraf sehingga mampu mengirimkan 4 berita sekaligus.
Pada umur 29 tahun, Edison mendirikan laboratorium riset untuk industri di Menlo Park, New Jersey. dan dalam 13 bulan ia menemukan 400 macam penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.
Tahun 1877 ia berkonsentrasi pada lampu pijar. Edison sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi manusia. Dia menghabiskan 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk eksperimen lampu pijar. Yang menjadi masalah adalah menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listriknamun tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882, untuk pertama kalinya dalam sejarah lampu-lampu listrik di pasang di jalan-jalan dan di rumah rumah
Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab:
Quote:
“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa ya yang disebut dengan kegagalan”
Ketika dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab:
Quote:
“Dengan Kegagalan Tersebut, Saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala”
Edison telah banyak menghasilkan berbagai penemuan yang sangat berharga bagi perkembangan umat manusia. Telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak adalah beberapa dari penemuan Edison.
Melewati tahun 1920-an kondisi kesehatannya kian memburuk dan Edison meninggal dunia tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.
Milikilah harapan untuk hari ini
Dr.Martin E.P Seligman, dari universitas Pennsylvania telah melakukan eksperimen tentang penyebab tekanan jiwa, kekalutan yang dihinggapi jutaan orang dalam satu tahun. Dia menemukan bahwa orang yang tertekan jiwanya menganggap bahwa setiap halangan kecil sebagai hambatan yang tidak ditembus, sehingga terbentuk pola berpikir "apapun yang saya lakukan tidak artinya (percuma)"
Ada saat saat ketika sulit sekali untuk menaruh kepercayaan pada masa depan, ketika kita untuk semantara tidak cukup berani. ketika hal ini terjadi, pusatkanlah perhatian pada hari ini. Harapkanlah keindahan saat berikutnya, jam berikutnya, pemandangan berikutnya, sebuah film yang menarik, dan seterusnya sehingga hari ini adalah hari yang baik dan esok adalah hari yang lebih baik lagi. tanamkan akar harapan ke dalam hari ini sampai terbentuk kekuatan dari dalam untuk memikirkan hari esok
Kehebatan satu jam extra hari ini
Wilferd P.Cohen membaktikan 40 tahun mengelola bisnis pakaian jadi terkemuka di dunia. Suatu ketika dia berkata "saya ingin melukis .. walaupun saya belum pernah belajar melukis". Sebagai seorang pebisnis yang sangat sibuk, Wilferd akhirnya menyisihkan satu jam setiap hari dari waktu tidurnya, yaitu bangun sebelum jam lima hingga waktu sarapan.
Semakin lama gairah melukispun semakin besar. Secara bertahap akhirnya loteng berubah menjadi studio dan bertahun tahun dia tidak pernah melewatkan satu jam nya untuk melukis. Dampak yang terjadi sungguh diluar dugaan, ratusan lukisann yang di ikut sertakan dalam pamerannya, terjual dengan harga tinggi dan Wilferd beberapa kali mengadakan pameran lukisan tunggalnya.
satu jam extra dalam satu hari tidaklah banyak, tapi sangat berharga bila kita manfaatkan sesuatu yang sangat kita sukai dalam mewujudkan apa yang kita dambakan untuk lakukan selama ini. Apa yang anda ingin lakukan hari ini?
Langganan:
Postingan (Atom)
